Hacker Anonymous Tutup Situs KKK

120406071904-anonymous-masks-story-top

Sebuah situs kelompok supremasi kulit putih Ku Klux Klan telah ditutup oleh hacker yang berafiliasi dengan kelompok hacktivist Anonymous. Afiliasi yang dikenal sebagai Ghost Squad meluncurkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) skala penuh yang membuat situs White Knights,  salah satu unsur yang paling militan dan ekstremis dari KKK kewalahan dan membuatnya down. Menurut salah satu hacker yang bertanggung jawab alasan serangan tersebut adalah rasisme tumpul (serampangan) KKK dan menggunakan kebebasan berbicara sebagai alasan (serangan).

Penyerang mengatakan kepada blog keamanan HackRead bahwa mereka tidak fasis, tetapi mereka pasti tidak setuju dengan gerakan KKK yang fasis dan rasis. Anonymous dikenal dengan serangan cyber terhadap organisasi kontroversial dan individu termasuk ISIS dan Donald Trump dan serangan tersebut bukan yang pertama kalinya KKK dijadikan target.

Pada bulan November tahun 2015 yang lalu Anonymous membocorkan identitas 1.000 orang yang mereka klaim simpatisan atau afiliasi dari KKK. Kebocoran data simpatisan KKK tersebut adalah bagian dar Operasi KKK Anonymous selama setahun yang merupakan reaksi atau bentuk perlawanan terhadap ancaman kekerasan rasial yang dihasut oleh KKK pada tahun 2014 terhadap orang-orang yang memprotes pembunuhan seorang pemuda kulit hitam di Ferguson, Missouri.

Dalam rilis data tersebut Anonymous mengatakan bahwa mereka membela pemikiran bebas dan kebebasan berbicara. The anons yang bertanggung jawab untuk operasi tersebut tidak akan mendukung tindakan terorisme dan bertindak atas kebencian yang menimpa masyarakat. Rincian data yang dibocorkan termasuk nama, alias, profil Facebook dan Google+ profil dan rincian identitas lainnya.

Kasus lainnya di mana Anonymous telah mengambil sikap mencakup dukungan untuk pendukung demokrasi di Hong Kong dan Arab sertamengorganisir serangan hacking terhadap korporasi agrokimia Amerika, Monsanto.

Sumber: The Telegraph