Multitasking? Hati-hati Terjangkit Digital Amnesia

9754012931_c579625669_k-640x360

Perusahaan antivirus Kaspersky Lab baru-baru ini merilis temuan yang menyatakan bahwa manusia saat ini sangat bergantung pada smartphone dan bahkan mempercayakan data-data yang paling penting dalam perangkat digital tersebut. Jika smartphone mereka hilang, maka peristiwa tersebut menjadi suatu hal yang dianggap gawat. Michael Canavan, Head of System Engineering, Kaspersky Lab North America, menyebut fenomena ini disebut digital amnesia.

Hasil penelitian Kaspersky Lab menunjukkan bahwa 44% pekerja kantoran membuat catatan secara digital pada saat rapat. Namun, mereka seringkali tidak memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh pembicara saat rapat tersebut. Mereka sering gagal untuk benar-benar memahami makna sebenarnya dari apa yang diungkapkan. Padahal sangatlah penting untuk mengingat hal tersebut. Selain itu, sebanyak 13% orang yang disurvei juga mengaku bahwa mereka merasa kebingungan apabila kehilangan catatan digitalnya.

Dr Gorkan Ahmetoglu, Dosen Psikologi Bisnis di University College, London berkesimpulan bahwa memori manusia terbatas. Mentransfer sesuatu dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang sulit dan keberhasilannya tergantung pada seberapa baik kita memahami topik yang sedang dibahas. Ia menekankan bahwa percuma mencatat sebanyak mungkin pembicaraan seseorang, jika informasi tersebut kurang familiar atau bahkan benar-benar tidak dipahami.

Penelitian Kaspersky Lab juga menemukan bahwa banyak pelaku bisnis yang tidak mendengarkan secara aktif saat rapat, namun menggantinya dengan mengetik catatan dalam media digital. Sebanyak 40% dari mereka percaya bahwa catatan-catatan faktual ini jauh lebih baik dari suara. Sebagian besar responden (67%) juga setuju bahwa catatan digital lebih mudah untuk dicadangkan dan dibagikan daripada mengandalkan memori.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?

Gorkan menyarankan agar seseorang memanfaatkan working memory-nya (memori internal) untuk menyerap informasi yang ada karena lebih efektif daripada mencatat pada perangkat digital. Terlebih lagi, terlalu bergantung pada catatan yang disimpan dalam memori eksternal seperti perangkat digital memberikan celah yang besar bagi kejahatan siber.

Sumber: Kaspersky Lab, Marketeers

Sumber Foto: realkm.com