Permintaan Data kepada Apple Inc. Meningkat Tajam

111006055359-apple-logo-new-york-story-top

Laporan transparansi terbaru Apple yang dipublikasikan beberapa waktu yang lalu menunjukkan peningkatan besar dalam jumlah permintaan akun dan data perangkat oleh penegak hukum dan pemerintah.

Laporan transparansi tersebut mencakup enam bulan terakhir di tahun 2015 (Juli 01-31 Desember 2015) dan menunjukkan bahwa Apple mengungkapkan data sebanyak 82 persen dari permintaan penegakan hukum berdasarkan undang-undang AS (panggilan dari pengadilan, perintah pengadilan atau waran) untuk data akun. Data akun seperti yang diidentifikasi oleh Apple termasuk ID Apple, alamat email, nomor telepon, nomor kartu kredit, dan pengenal pribadi lainnya.

Secara total, ada 1.015 permintaan penegak hukum untuk data akun yang memengaruhi 5.192 akun. Apple mengungkapkan data sebanyak 4.411 akun. Apple mengatakan jenis data yang diungkapkan berdasarkan pengenal pribadi termasuk iCloud, iTunes atau Game Center data. Untuk semester pertama 2015 (1 Januari – 30 Juni), Apple mengungkapkan bahwa mereka menerima 971 permintaan pada 2.727 akun dan mengungkapkan data 1.407 akun.

Menurut Apple, jumlah permintaan penegak hukum berdasarkan hukum AS naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan permintaan yang dibuat oleh Eropa (536) dan hampir lima kali dibandingkan dengan permintaan yang dibuat oleh Asia Pasifik (223). Apple juga mengungkapkan jumlah permintaan penegak hukum untuk data perangkat sebagian besar terkait dengan hilang atau dicurinya iPhone, iPod, iPad dan Mac.

Apple memenuhi jauh lebih sedikit permintaan dari Asia-Pasifik (63 persen) dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika (52 persen). Untuk semester pertama tahun 2015, Apple mengatakan menerima 3.824 permintaan yang memengaruhi 9.717 perangkat. Apple juga mengatakan bahwa mereka menerima antara 1.250 dan 1.499 permintaan National Security Letter untuk periode waktu yang sama, yang memengaruhi antara 1.000 dan 1.249 akun.

Sumber: Threatpost

Sumber Foto: CNN