Pesan WhatsApp dan Facebook Messenger Bisa Dibaca Boss

What-is-WhatsAppitis-How-Whatsapp-can-be-harmful-for-Health

Budaya mengirim pesan instan di tempat kerja merupakan hal yang sudah jamak di banyak kantor modern. Namun demikian, budaya mengirim pesan instan ini memiliki bahaya tersendiri. Salah satu bahaya dari budaya ini adalah bahwa karyawan lupa bahwa mereka berada di bawah pengawasan majikan atau boss mereka.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa karyawan di Inggris mengirim sekitar 100 pesan pribadi sehari dari meja atau tempat kerja mereka. Fakta bahwa pengusaha atau boss mereka dapat membaca isi pesan pribadi dan pesan profesional yang dikirimkan sepanjang hari tidak menghentikan pekerja di Inggris untuk terus ngobrol sambil mereka bekerja.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa pada bulan Januari yang lalu memutuskan bahwa boss dapat memantau email karyawan mereka dan membuat keputusan karir pegawai berdasarkan pantauan yang mereka lakukan tersebut.

Bogdan Mihai Barbulescu, seorang insinyur Rumania, mengajukan banding ke pengadilan setelah ia dipecat karena mengirimkan pesan pribadi ke tunangannya dengan menggunakan Yahoo instant messaging. Pengadilan kemudian menguatkan keputusan bossnya yang memutuskan bahwa Barbulescu telah melanggar larangan perusahaan mengirimkan pesan pribadi selama bekerja.

David Evans, director of policy BCS mengatakan bahwa benar-benar penting bagi individu untuk memahami bagaimana penggunaan email dan media sosial cocok dengan kebijakan majikan atau boss mereka. Hal ini juga penting bagi para manajer untuk memperlakukan karyawan dengan hormat dan tidak memonitor karyawan mereka lebih dari yang dibutuhkan untuk mengelola risiko usaha.

Hampir 70 persen pekerja di Inggris mengakui bahwa mereka secara teratur mengirim WhatsApp pribadi, Facebook, dan pesan instan lainnya selama hari kerja, menurut penelitian dari Dice. Angka ini jauh lebih tinggi di karyawan muda di mana sebanyak 90 persen dari karyawan berumur 16 sampai 24 tahun mengirim pesan pribadi selama bekerja.

Dari 1.000 orang yang disurvei, 40 persen mengatakan mereka mengirim pesan tentang peluang kerja baru dan 9 persen main mata dengan rekan kerja. Sementara 31 persen menghabiskan waktu belanja online di kantor.

Jamie Bowler, direktur pemasaran Dice mengatakan sudah jelas bahwa banyak orang yang tidak menyadari kebijakan tempat kerja mereka terhadap pesan pribadi dan penggunaan internet. Kami selalu menyarankan orang-orang untuk berhati-hati tentang komunikasi mereka di tempat kerja. Jika nanti dipecat karena mengirimkan pesan pribadi selama hari kerja, hal tersebut adalah risiko yang harus ditanggung dan pengadilan Eropapun menyokong hal tersebut.

Tampaknya di Eropa pengaturan pesan pribadi selama jam kerja cukup ketat. Karyawan yang melanggar ketentuan tersebut berisiko dipecat dan harus memulai lagi dari awal karir mereka. Bagaimana di Indonesia? Tampaknya hal ini belum berlaku. Jikapun ada tampaknya tidak diterapkan secara umum.

Sumber: The Telegraph