Polisi dan Perusahaan Teknologi Gagal Mengatasi Trolling

trolls-dont-feed-640x360

Trolling masih belum disikapi cukup serius oleh polisi dan perusahaan teknologi yang sudah memiliki alat untuk mengambil tindakan terhadap pelaku pelecehan di internet. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang anggota parlemen Partai Buruh Inggris, yaitu  Stella Creasy. Sebelumnya, rekan Creasy, yaitu Maria Miller menyerukan perombakan undang-undang internet untuk menghentikan penyalahgunaan online dan memperingatkan bahwa penyalahgunaan online dapat menciptakan mimpi buruk bagi masyarakat di masa depan.

Creasy berpendapat sudah ada hukum untuk mengatasi trolling dan polisi harus memeriksa tuduhan seperti pelecehan, bukan semata-mata melihat apakah hal tersebut hanya pelanggaran komunikasi berbahaya. Ia menambahkan perlunya perubahan budaya untuk memastikan korban pelecehan online ditanggapi secara serius. Mengatakan korban pelecehan online untuk berhenti makan troll atau menghapus kehadiran online mereka adalah seperti  meminta perempuan untuk berpakaian berbeda atau berhenti pergi keluar pada malam hari.

Masalah utamanya bukanlah teknologi, tetapi ketidaksetaraan. Sama seperti 40 tahun yang lalu saat orang ingin menentukan kapan wanita bisa berjalan-jalan, apa yang bisa mereka kenakan dan di mana mereka bisa pergi. Demikian pula yang dilakukan oleh pelaku trolling online.

Creasy juga memperingatkan bahwa perusahaan teknologi akan membunuh model bisnis mereka sendiri jika mereka tidak mengambil pelecehan online lebih serius, seperti orang-orang yang ditargetkan akan mundur ke platform yang lebih pribadi lainnya. Creasy mengatakan akar masalah tersebut hanya bisa ditangani dengan memperlakukan dunia online sama dengan dunia offline. Artinya jika di kehidupan offline orang bisa membebaskan perempuan untuk bertindak apa saja yang disukainya, hal tersebut semestinya berlaku juga di online.

Creasy secara pribadi jadi korban troll pada tahun 2013 ketika ia membela Caroline Criado-Perez, seorang jurnalis lepas yang menerima sebanyak 50 ancaman pemerkosaan selama satu jam di Twitter karena memimpin kampanye agar perempuan tampil pada uang kertas Inggris.

Sumber: The Guardian