Dua Mahasiswa Jadi Korban Sextortion

FILES - Picture taken 25 January 2006 shows a police officer of Germany's State Office of Criminal Investigation (LKA) viewing files on a computer in connection with child pornography investigations in the northern German city of Hanover. The Police in Berlin informed 25 December 2007 they were continuing their investigations in the largest case of child pornography to date with more than 12,000 suspects. AFP PHOTO DDP/JOCHEN LUEBKE GERMANY OUT (Photo credit should read JOCHEN LUEBKE/AFP/Getty Images)

Ingat Amanda Todd yang menjadi korban Sextortion yang akhirnya memutuskan bunuh diri?

Baru-baru ini dua mahasiswa George Mason University telah menjadi korban terbaru dari sextortion, yaitu pelaku mengirim foto atau video seksual eksplisit dari seseorang melalui internet dan kemudian memeras uang korban untuk pertukaran agar tidak didistribusikan lebih lanjut.

Bulan lalu, Departemen Kehakiman AS menyatakan dalam sebuah laporan bahwa sextortion merupakan ancaman yang berkembang paling cepat untuk anak-anak, dengan lebih dari 60 persen responden survei setuju bahwa godaan online terhadap anak di bawah umur meningkat. Departemen Kehakiman AS kemudian melakukan National Child Exploitation Threat Assessment dengan melakukan survei terhadap penyidik, jaksa, analis dan layanan yang membantu korban untuk menentukan ancaman terbesar dalam eksploitasi seksual anak.

Dalam kasus George Mason University, polisi mengatakan bahwa tersangka yang tak teridentifikasi telah mendapatkan kepercayaan dari dua mahasiswa yang menjadi korban melalui internet dalam seminggu terakhir, kemudian merayu mereka untuk menyiarkan kegiatan seks live melalui webcam mereka. Tersangka kemudian merekam cuplikan adegan seksual dari korban tersebut dan mengancam akan mengedarkan video tersebut di internet kecuali korban membayar 5.000 dollar AS.

Para pejabat George Mason University menolak untuk memberikan informasi lain tentang kasus ini, termasuk apakah polisi universitas meminta bantuan penegak hukum lain untuk menemukan tersangka atau apa yang dilakukan untuk korban.

Dalam rilis National Strategy for Child Exploitation Prevention and Interdiction pada bulan April yang lalu, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa sextortion memiliki banyak konsekuensi yang tragis. Ancaman sextortion yang ditujukan kepada anak-anak tidak hanya terbatas pada pelecehan seksual dan emosional yang dilakukan oleh pelaku pada korban-korban mereka.

Korban Sextortion mengalami berkurangnya keakraban secara drastis, mengalami depresi, putus sekolah atau mengalami penurunan nilai, serta terlibat dalam kegiatan bentuk lain yang merugikan diri sendiri pada tingkat yang mengkhawatirkan. Bahkan, sebuah analisis FBI di tahun 2015 menunjukkan dari 43 kasus sextortion yang melibatkan anak-anak sebagai korban mengungkapkan setidaknya dua korban bunuh diri dan sepuluh lainnya mencoba bunuh diri. Dengan demikian, setidaknya 28 persen dari kasus-kasus ini memiliki satu korban sextortion yang melakukan atau mencoba bunuh diri.

Amanda Todd adalah salah satu korban paling terkenal dari kasus sextortion. Pada tahun 2010, gadis Kanada ini menunjukkan (maaf) payudaranya saat video chat di web. Lawan video chat-nya tersebut kemudian mengirim pesan di Facebook dan menuntut lebih atau yang lain. Ketika Todd menolak untuk bekerja sama, pelaku mengirimkan foto Amanda Todd tersebut ke teman-teman Facebook Todd. Pada tahun 2012, ia memposting video tentang  kesulitan yang dialaminya setelah kasus tersebut terbuka ke publik dan tidak lama setelah itu ia bunuh diri.

Sumber: The Washington Post

Sumber Foto: Getty Images