FBI Tidak Akan Ungkapkan Hack dalam Kasus Pornografi Anak

rsz_child-pornography-german-crete

Bukti dalam sidang pornografi anak telah dikecualikan karena pemerintah AS menolak untuk mengungkapkan detail bagaimana FBI meng-hack situs yang diduga dikunjungi oleh terdakwa pelaku pornografi anak. FBI mengatakan metode hacking yang disebut Network Investigation Technique atau NIT membuat mereka bisa melacak Jay Michaud setelah ia mengunjungi sebuah website tersembunyi di Dark Web yang mengarah kepada tuduhan memiliki pornografi anak. Namun pengacara terdakwa mengatakan penjelasan pemerintah bisa menunjukkan bahwa metode tersebut menghasilkan informasi tidak dapat diandalkan.

Kasus ini merupakan bagian dari perdebatan yang berkembang terkait hacking yang dilakukan pemerintah dalam kasus pidana. Michaud adalah salah satu dari beberapa orang menghadapi tuntutan setelah FBI menggunakan metode hacking untuk menyusup ke situs pornografi anak tersembunyi dan mengidentifikasi komputer orang yang mengunjungi situs tersebut. Sejumlah kasus juga mengalami hal yang sama di mana bukti telah dikecualikan. Selain kekhawatiran atas keandalan hack yang diangkat oleh pengacara Michaud, hakim telah menyuarakan keprihatinan atas surat perintah yang memungkinkan pemerintah menargetkan komputer bahkan ketika lokasi komputer tersebut tidak diketahui.

Sebagai hasil dari kasus yang belum terselesaikan, Senat AS sedang mempertimbangkan perubahan aturan peradilan federal yang akan membolehkan hakim menandatangani surat perintah di luar yurisdiksi mereka untuk memungkinkan pemerintah (FBI) menargetkan komputer ketika lokasi komputer tidak diketahui. Dalam kasus Michaud, teknik tersebut membuat polisi mendapatkan surat perintah penggeledahan rumah, di mana mereka menemukan sebuah ponsel dan dua thumb drive yang berisi pornografi anak. Bukti tersebut sekarang dikecualikan. Michaud diduga mengunjungi situs pornografi anak melalui browser Tor, alat yang memungkinkan pengguna internet menyamarkan lokasi mereka dan mengunjungi daerah tersembunyi di web.

Robert J. Bryan, hakim dalam kasus tersebut telah memerintahkan pemerintah untuk menyerahkan kode, tetapi jaksa memintanya untuk mempertimbangkan perintah tersebut kembali. Setelah menunjukkan file yang berisi dugaan pornografi anak yang ditemukan pada thumb drive dan telepon seluler terdakwa, jaksa mengatakan bahwa kekhawatiran tentang adanya korupsi atau kesalahan lain yang mungkin meragukan keakuratan informasi yang diperoleh melalui NIT, dapat ditangani oleh review dari informasi yang benar-benar dikumpulkan.

Sumber: CNet

Sumber Foto: sigmalive.com