FBI Tidak Tahu Cara Kerja Hacking di iPhone

FBI-640x360-640x330

FBI tidak tahu bagaimana hack yang digunakan untuk membuka iPhone 5C pelakukan penembakan di San Bernardino bekerja dan namun telah membayar sebesar 1 juta dollar untuk mekanisme hack yang dapat digunakan kembali untuk membuka setiap  iPhone 5C lainnya yang berjalan dengan iOS 9.

Beberapa sumber pemerintah AS mengatakan bahwa jumlah yang dibayarkan untuk hack yang dibeli dari hacker profesional secara substansial kurang dari laporan sebelumnya yang menunjukkan nilai lebih dari  1,3 juta dollar. Teknik hack tersebut juga dapat digunakan sebanyak yang diperlukan tanpa pembayaran lebih lanjut.

Direktur FBI James Comey mengatakan bahwa FBI  membayar lebih banyak untuk bisa masuk ke iPhone 5C dibandingkan dengan gaji yang diperolehnya dari masa kerja tujuh tahun dan empat bulan yang tersisa. Hal ini menunjukkan biaya hack tersebut lebih dari 1,3 juta dollar berdasarkan gaji tahunan James Comey.

Departemen Kehakiman membuka iPhone 5C pelaku penembakan San Bernardino pada bulan Maret yang lalu dengan bantuan para hacker. Hal ini membuat FBI menggagalkan upaya untuk memaksa Apple Inc. untuk membuat perangkat lunak untuk membuka iPhone 5C yang ditentang oleh Apple Inc. dengan alasan bisa membahayakan keamanan semua iPhone.

FBI membeli mekanisme fisik yang digunakan untuk membuka kunci iPhone, tetapi tidak tahu secara rinci bagaimana hack tersebut bekerja. Identitas hacker yang menjual teknik hack tersebut juga dirahasiakan dan dijaga ketat dalam lembaga penegak hukum AS hingga direktur FBI tidak tahu siapa hacker tersebut.

FBI mengatakan masih memeriksa isi dari iPhone 5C pelaku penembakan San Bernardino. Penyidik sedang meneliti apakah penembak, Syed Rizwan Farook dan istrinya Tashfeen Malik memiliki rekan atau co-conspirator.

FBI menegaskan bahwa mereka tidak akan memberitahu Apple mengenai lubang keamanan dimanfaatkan di hack sebagian karena lembaga penegak hukum tersebut tidak tahu cara kerjanya. Tidak diketahui apakah hacker juga menjual teknik hack tersebut ke setiap instansi lain atau pihak ketiga yang jika tidak diungkapkan dan diperbaiki oleh Apple Inc.  bisa membuat siapapun yang menggunakan iPhone tanpa sensor sidik jari berisiko smartphone mereka di-hack.

Sumber: The Guardian