Hacker Jual 167 Juta Password LinkedIn

LinkedIn-Logo-640x360

Pelanggaran data yang melanda LinkedIn pada tahun 2012 ternyata jauh lebih buruk dari dugaan siapapun. Pada tahun 2012, LinkedIn menderita pelanggaran data yang besar di mana lebih dari 6 juta rincian login akun pengguna, termasuk password terenkripsi dipublikasikan secara online oleh hacker Rusia.

Sekarang baru diketahui bahwa ternyata bukan hanya 6 juta pengguna yang rincian loginnya dicuri. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pelanggaran data LinkedIn tahun 2012 mungkin telah mengakibatkan penjualan informasi akun yang sensitif, termasuk email dan password sekitar 117 juta pengguna LinkedIn.

Empat tahun setelah peristiwa tersebut seorang hacker dengan julukan Peace menawarkan database 167 Juta email dan hash password, termasuk 117 juta cracked passwords, milik pengguna LinkedIn. Hacker yang menjual data curian tersebut pada pasar ilegal Dark Web Real Deal seharga 5 Bitcoins (sekita 2.200 dollar AS) telah berbicara kepada Motherboard dan mengkonfirmasi bahwa login tersebut berasal dari pelanggaran data tahun 2012.

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa LinkedIn menyimpan password pengguna secara tidak aman dan tidak mengetahui secara persis seberapa luas pelanggaran data pada waktu itu. Menanggapi hal ini, juru bicara LinkedIn menginformasikan bahwa perusahaan sedang menyelidiki masalah tersebut.

Pada tahun 2015 yang lalu, Linkedin sepakat untuk menyelesaikan gugatan class action atas peristiwa tahun 2012 dengan membayar secara total sebesar 1,25 juta dollar AS kepada korban di AS, yang berarti setiap pengguna memperoleh 50 dollar AS.

Menurut gugatan, LinkedIn melanggar kebijakan privasi dan kesepakatan dengan pelanggan premium yang berjanji akan menjaga informasi pribadi mereka secara aman. Namun, sekarang laporan baru menunjukkan bahwa total 167 juta akun LinkedIn yang dilanggar, bukan hanya 6 juta. Dengan asumsi, jika setidaknya 30% dari akun LinkedIn yang di-hack milik pengguna Amerika, maka perusahaan harus membayar lebih dari 15 juta dollar AS.

Sumber: The Hacker News

Sumber Foto: kjerulf.com