Polisi Dikritisi karena Balas Dendam Porno

revenge-porn

Ibu dari seorang korban balas dendam porno yang berusia 15 tahun mengkritik polisi karena membebaskan pelaku meskipun bukti menunjukkan bahwa pelaku menargetkan lima orang perempuan selama beberapa bulan. Keputusan polisi untuk tidak menuntut pelaku dikeluarkan setelah melihat statistik yang mengungkapkan bahwa sebagian besar pelanggaran balas dendam porno tidak mengakibatkan tuntutan pidana.

Ibu yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum tersebut mengatakan bahwa foto putrinya telah diambil dari halaman Facebook-nya, lalu ditumpangkan dengan citra seksual eksplisit dan diupload ke situs pornografi di mana pengunjung diundang untuk berkomentar. Ia menambahkan bahwa pelaku yang terlibat juga melakukan beberapa panggilan telepon untuk putrinya dan mengancam untuk memperkosanya dan menghasutnya untuk melakukan tindakan seksual.

Sebelumnya, polisi Sussex, Inggris menangkap seorang pria berusia 36 tahun dari Eastbourne setelah menerima pengaduan dari empat wanita, termasuk salah satunya masih berusia 15 tahun dengan aduan bahwa foto mereka telah diposting tanpa persetujuan ke forum pornografi. Tersangka yang ditangkap mengakui pelanggaran tersebut yang berlangsung selama lima bulan. Pelaku diperingatkan untuk satu pelanggaran balas dendam porno, yaitu mengungkapkan gambar seksual individu tanpa izin mereka dan dengan niat untuk menyakiti  dan tiga pelanggaran lain yang menyebabkan komunikasi ofensif, tidak senonoh, cabul atau pesan mengancam. Peringatan tersebut terkait dengan empat korban. Polisi mengatakan mereka meninjau tuduhan yang dibuat oleh korban kelima di mana keluhan dari pelanggaran serupa sebelumnya dianggap bukan kejahatan.

Sang ibu mengatakan putrinya telah ditargetkan sejak tahun lalu oleh pelaku dan telah menerima beberapa pesan yang bersifat sugestif seksual dan kasar di telepon genggamnya. Pelaku telah meng-upload foto dari halaman Facebook anaknya ke situs porno tanpa sepengetahuan korban.

Laporan terbaru di Inggris mengungkapkan terdapat 1.160 laporan balas dendam porno antara bulan April dan Desember 2015 yang dilaporkan ke 31 kantor polisi  di Inggris dan Wales. Tiga korban di antaranya masih berusia 11 tahun. Dalam 11% kasus tersangka dihukum, 7% memperoleh peringatan dan 5% memperoleh resolusi komunitas. Namun, 61% dari kasus mengakibatkan tidak ada tindakan yang diambil polisi karena kurangnya alat bukti atau korban menarik laporan dengan berbagai alasan.

Laura Higgins, pendiri Revenge Porn Helpline mengkritik polisi atas pelanggaran balas dendam dalam kasus Eastbourne tersebut. Hal ini karena pelaku bukan hanya menargetkan satu korban, tetapi lima korban sekaligus. Ia mengatakan bahwa polisi tidak melihat gambar besar dari kasus tersebut dan pelaku tidak hanya melakukan kejahatan sekali, tetapi berulang-ulang.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: ABC