Studi: 50% Tweet Misogini Berasal dari Perempuan

Twitter in France on day company launched

Studi terbaru menunjukkan setengah dari semua tweet misogini (tweet yang menunjukkan ketidaksukaan/kebencian terhadap perempuan) yang diposting di Twitter berasal dari pengguna perempuan. Selama tiga minggu, Demos sebuah lembaga think thank menghitung jumlah penggunaan dua kata tertentu sebagai indikator dari kebencian terhadap wanita. Mereka menemukan bukti kebencian terhadap wanita dalam skala besar dengan 6.500 pengguna unik yang ditargetkan oleh 10.000 tweet kasar di Inggris. Jumlah tersebut hanya di Inggris.

Beberapa waktu sebelumnya CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan bahwa menanggulangi penyalahgunaan di Twitter adalah prioritas Twitter. Studi ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan terus berlangsung di Twitter.

Penelitian tersebut muncul setelah lima anggota parlemen Inggris, Yvette Cooper, Maria Miller, Stella Creasy, Jo Swinson dan Jess Phillips meluncurkan kampanye internet mereka yang disebut Reclaim untuk menanggapi perhatian publik yang meningkat terhadap dampak hate speech dan kekerasan di media sosial.

Kampanye tersebut membuka sebuah forum online guna membahas cara-cara untuk membuat internet kurang agresif, seksis, rasis dan homofobia. Penelitian Demos juga melihat tweet internasional dan menemukan lebih dari 200.000 tweet agresif menggunakan kata-kata slut dan whore dikirim ke 80.000 orang dalam periode tiga minggu yang sama dengan yang di Inggris.

Hal yang perlu dipertanyakan adalah fakta bahwa perempuan ternyata ikut berpartisipasi dalam melakukan tweet misogini. Ini artinya dari perempuan sulit untuk diharapkan tweet yang tidak menyerang perempuan lain. Hal ini tentu akan memperparah misogini di Twitter.

Sumber: BBC