Anak Satu Tahun Jadi Korban Pedofil Online

rsz_child-pornography-german-crete

Seorang anak usia satu tahun menjadi korban termuda dari pedofil yang menggunakan internet di Inggris. Sebanyak lebih dari 100 perkosaan anak di bawah umur dilakukan oleh predator online pada tahun lalu. Angka-angka tersebut dilaporkan pertama kalinya oleh polisi di Inggris dan Wales yang mengungkapkan sebanyak 3.186 pelanggaran terhadap anak di tahun 2015/2016 oleh pelaku yang menggunakan internet.

Anak yang paling sering ditargetkan adalah usia 13 tahun, tetapi terdapat 272 korban di bawah 10 tahun, termasuk seorang bayi berusia 12 bulan. Kejahatan tersebut mulai dari penyalahgunaan anak melalui prostitusi dan pornografi untuk voyeurisme dan pemerkosaan yang semuanya dimulai melalui internet.

Wilayah Greater Manchester merupakan daerah yang paling banyak terjadi pelanggaran, yaitu sebanyak 428 diikuti oleh West Yorkshire dan Northumbria. Peter Wanless, CEO dari NSPCC  mengatakan bahwa angka-angka tersebut mengkonfirmasi ketakutan masyarakat bahwa dunia online memainkan peran penting dalam pelecehan seksual terhadap anak-anak di Inggris. Sudah jelas bahwa volume besar serangan seksual dan pemerkosaan anak telah melibatkan penggunaan internet, misalnya dengan melakukan grooming terhadap korban sebelum menyalahgunakan mereka secara offline atau live streaming.

Hal ini tentu saja tidak hanya terjadi di Inggris. Di seluruh dunia anak-anak muda mengakui bahwa serangan seksual merupakan hal yang paling mereka khawatirkan ketika online. UNICEF Indonesia merilis data 7 dari 10 remaja Indonesia setuju bahwa anak dan remaja terancam pelecehan seksual online. Ini menjadi sinyal bagi orang tua, pemerintah dan semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga anak dari pelecehan seksual online.

Sumber: The Telegraph