Bahaya Sexting Bawah Umur

t1larg.cyber.bullying.gi

Di era digital di mana smartphone yang memiliki aplikasi seperti Snapchat, Instagram, Kik, dan tak terhitung platform media sosial lainnya, anak-anak memiliki akses ke interaksi tak terbatas dengan rekan-rekan mereka. Di satu sisi cara ini mungkin hal yang baik untuk membantu mempromosikan persahabatan dan meningkatkan ketangkasan teknologi pada generasi muda, namun di sisi lain dapat benar-benar berbahaya.

Cyberbullying adalah masalah yang paling umum kita dengar, namun salah satu bentuk yang tidak dibahas secara reguler adalah konsensual sexting (sexting suka sama suka). Sexting dan bullying telah menjadi masalah serius dengan dampak dapat mengubah hidup, baik korban maupun pelaku. Mengirim atau menerima teks dari seseorang yang di bawah umur, telah mengakibatkan korban merasa sangat malu dan bahkan beberapa dari mereka melakukan bunuh diri serta tuntutan pidana serius terhadap anak untuk kepemilikan atau distribusi pornografi anak.

Anak berumur 14 telah didakwa dengan kejahatan seks setelah menerima SMS berbau seks dari anak di bawah umur dan kemudian berbagi dengan teman-teman mereka atau dalam beberapa kasus menggunakan yang foto eksplisit tersebut untuk menggertak atau memanipulasi orang yang mengirimkan. Dalam satu kasus di North Carolina, seorang anak berusia 17 tahun ditangkap karena memiliki  foto seksual pacarnya dan menghadapi dua tuduhan kejahatan sekaligus. Meskipun foto-foto tersebut seharusnya konsensual. Masih banyak peristiwa serupa yang melibatkan anak di bawah umur yang saat ini sangat suka berkirim pesan seksual tanpa mengetahui akibatnya.

Kondisi terkini adalah bahwa hukum masih mengejar kemajuan teknologi. Ini artinya hukum mencoba lebih relevan dengan kemajuan teknologi saat ini yang hasilnya kadang tidak menggembirakan. Untuk itu sangat penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak mereka tentang bahaya sexting.

Semua anak perlu tahu bagaimana mudahnya foto eksplisit diri mereka berpindah ke tangan yang salah dan beberapa detik kemudian dapat tersebar di internet. Bahkan pada aplikasi seperti Snapchat, di mana banyak merasa aman karena foto dihapus setelah beberapa detik, sangat mudah untuk mengambil screenshot dan kemudian mengirimkannya.

Semakin anak-anak tahu tentang bahaya sexting dan posting foto di usia muda, semakin mampu mereka untuk membuat keputusan yang baik. Anak-anak perlu dijaga dan diajak berbicara agar mereka tidak melakukan tindakan konyol yang merugikan diri mereka sendiri. Berdiskusilah dengan anak Anda, berilah mereka pengertian yang baik dan ajak melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat daripada berlama-lama menggunakan internet.

Sumber: netnanny.com