CIA Manfaatkan Potensi Besar Teknologi Digital

cia-logo-640x360

Di markas CIA di Langley, kantor direktur inovasi digital bersisian dengan museum CIA yang penuh dengan artefak sejarah. Museum tersebut menampilkan gadget kelas berat seperti kamera rahasia pertama dan perangkat penyadap yang tidak akan muncul dari karakter dalam film Hollywood. Koleksi tersebut membuat tekanan tertentu, yaitu meskipun CIA adalah badan intelijen yang misinya menjadi pusat merekrut orang untuk memberikan rahasia, tetapi teknologi selalu memiliki peran penting.

Andrew Hallman yang ditugaskan menjalankan Direktorat Inovasi Digital memiliki tugas untuk memastikan bahwa dunia digital bekerja untuk keuntungan CIA, bukan malah merugikan. Fokus utama dari upaya Hallman adalah menggunakan data untuk memberikan wawasan ke krisis di masa depan, mengembangkan apa yang disebut kecerdasan antisipatif (anticipatory intelligence). Hal ini berarti CIA mencari cara di mana teknologi dapat memberikan peringatan dini, misalnya kerusuhan di suatu negara.

Lebih luas lagi, direktorat inovasi digital CIA bertujuan untuk mengubah budaya serta struktur CIA, membawa dan mengintegrasikan teknologi ke dalam setiap bagian dari pekerjaan CIA. CIA memiliki 10 pusat misi di mana analis dan operator bekerja sama untuk isu atau masalah-masalah dunia.

Dengan fokus untuk memanfaatkan teknologi digital tersebut, CIA berharap bisa memahami bagaimana sebuah kelompok seperti ISIS menggunakan media sosial dan mencari cara untuk mengatasi hal itu. Ini artinya CIA tidak akan jauh-jauh dari internet. Mereka mungkin saja memonitor aktivitas pengguna media sosial, mengumpulkan data dan kemudian menganalisisnya demi keuntungan mereka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: midnightinthedesert.com