Ditangkap Karena Posting Pesan Kebencian Rasial

452838-handcuff-jail-custody

Berhati-hati ketika memposting pesan atau apapun di internet sesuatu yang sangat dianjurkan. Karena jika tidak bisa saja peristiwa yang dialami seorang pria di Inggris ini akan menimpa banyak orang. Dilaporkan, polisi anti teror telah menahan seorang pria karena dicurigai menghasut kebencian rasial setelah serangkaian pesan sayap kanan ekstrim diposting secara online.

Pria berusia 41 tahun tersebut ditangkap di rumahnya di London Utara oleh petugas dari Scotland Yard’s Crime Disruption Unit yang merupakan bagian dari Counter Terrorism Command. Dia ditangkap saat fajar dalam sebuah serangan yang telah diirencanakan sebelumnya sebungannya dengan materi anti-Semit dan Islamofobia yang telah diposting online.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan bahwa detektif melakukan eksekusi surat perintah pencarian yang keduanya berada di London Utara sebagai bagian dari penyelidikan yang berkaitan dengan posting media sosial dari sayap kanan ekstrim, Islamofobia dan sifat anti-Semit. Penggeledahan di salah satu alamat menemukan sejumlah item digital yang kemudian disita. Setelah ditangkap pria tersebut dibawa ke kantor polisi London Utara di mana ia tetap dalam tahanan.

Penangkapan tersebut menyusul serentetan insiden yang melibatkan serangan rasial yang diduga terjadi setelah referendum Uni Eropa. Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa jumlah kejahatan kebencian yang dilaporkan ke polisi telah meningkat hampir 60 persen sejak suara Leave memenangi referendum Uni Eropa di Inggris.

Amnesty International telah meluncurkan kampanye untuk memerangi rasisme dan mengklaim hasil referendum telah membuat beberapa orang berpikir mereka memiliki lisensi untuk mengekspresikan komentar rasis. Polisi di Manchester juga telah menangkap tiga orang setelah munculnya rekaman dari seorang pria ras campuran yang menjadi sasaran pelecehan rasial.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: dnaindia.com