FBI Lebih dari Satu Dekade Gunakan Perangkat Lunak Hacking

FBI-640x360-640x330

Pada awal tahun 2003, agen FBI menemui jalan buntu dalam sebuah penyelidikan rahasia yang disebut Operasi Trail Mix. Selama berbulan-bulan, agen telah menyadap panggilan telepon dan email milik anggota kelompok pembela hewan yang diyakini melakukan sabotase terhadap operasi perusahaan yang menggunakan hewan untuk menguji obat. Perangkat lunak enkripsi yang digunakan membuat email tidak terbaca.

Kemudian agen FBI mencoba sesuatu yang baru. Mereka membujuk hakim untuk mengizinkan mereka dari jarak jauh dan diam-diam, menginstal perangkat lunak pada komputer kelompok tersebut untuk mendobrak enkripsi.

Upaya tersebut terungkap dalam dokumen yang baru saja dideklasifikasi dan dirilis. Dokumen tersebut menunjukkan secara rinci bagaimana hacker FBI bekerja untuk mengalahkan enkripsi lebih dari satu dekade sebelum pertarungan dengan Apple Inc. atas akses ke iPhone yang terkunci. Kasus Trail Mix dalam beberapa hal merupakan pendahulu untuk sengketa Apple Inc dengan FBI. Dalam kedua kasus tersebut, agen FBI tidak bisa melakukan decode data sendiri, tetapi menemukan solusi yang cerdas.

Catatan Trail Mix juga mengungkapkan contoh pertama dari hacking yang dilakukan oleh FBI dengan menginstal perangkat lunak pengawasan, dikenal sebagai spyware atau malware dari jarak jauh sebagai bagian dari penyadapan kriminal. Seorang agen FBI pada tahun 2005 mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut merupakan pertama kalinya Departemen Kehakiman AS menyetujui intercept dengan cara menginstal perangkat lunak pengawasan dari jarak jauh.

Tahun berikutnya, enam aktivis dihukum karena berkonspirasi melanggar Animal Enterprise Protection Act dalam kasus tersebut. Pada tahun 2009, sebuah pengadilan banding menguatkan keputusan pengadilan sebelumnya dan mengatakan bahwa penggunaan enkripsi adalah bukti dari persetujuan mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas ilegal.

Dokumen Trail Mix meskipun sudah usang memberikan sekilas gambaran permainan antara kucing dan tikus serta menerangkan bahwa FBI telah bermain dengan orang yang menggunakan teknologi untuk menjaga urusan mereka rahasia selama bertahun-tahun. Dokumen menunjukkan bahwa, meskipun enkripsi tidak digunakan secara luas, ada semacam frustrasi tentang hal tersebut di tubuh FBI. Untuk mengalahkannya, agen FBI membangun dan menggunakan perangkat lunak pengawasan lebih awal dari yang diketahui. Chris Soghoian, seorang analis teknologi dari American Civil Liberties Union mengatakan bahwa dokumen-dokumen menunjukkan bahwa FBI telah berkecimpung dalam bisnis hacker untuk waktu yang lama.

Pada tahun 2008 FBI memulai kampanye yang disebut Going Dark untuk membangun dukungan bagi undang-undang yang mengharuskan perusahaan untuk memungkinkan akses pemerintah terhadap data yang terenkripsi. Namun dokumen Trail Mix menunjukkan bahwa agen telah mengalami frustrasi oleh enkripsi bertahun-tahun sebelumnya dan melihat perang melawan terorisme sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan otoritas baru.

Dalam sebuah email tahun 2002, seorang pejabat FBI mengatakan bahwa konteks pencegahan terorisme saat ini dapat menyajikan kesempatan terbaik untuk memunculkan masalah enkripsi. Sebulan kemudian, draft RUU yang disebut Patriot Act 2 mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman sedang mempertimbangkan melarang penggunaan enkripsi untuk menyembunyikan aktivitas kriminal. Sayangnya RUU tersebut tidak lulus.

Sumber: The New York Times