India Larang Google Street View karena Alasan Keamanan

130328040716-google-street-view-1-horizontal-gallery

Pemerintah India dikabarkan telah menolak rencana Google untuk memetakan negara Asia Selatan tersebut melalui Street View karena alasan keamanan. Street View adalah alat pemetaan virtual Google yang memungkinkan pengguna melihat 360 derajat, gambar panorama dan street level image di lebih dari 65 negara.

Sejauh ini, Street View di India hanya memetakan landmark utama dan tempat-tempat wisata seperti Taj Mahal di Agra dan Gateway of India di Mumbai, bukan detail street view level yang terlihat di kota-kota di Inggris atau Amerika Serikat. Terlepas dari kenyataan bahwa Google mengaburkan wajah, plat nomor dan informasi sensitif lainnya di street view, badan keamanan dan departemen pertahanan India tetap merasa keberatan.

Seorang pejabat senior pemerintah India mengatakan bahwa perhatian utama adalah keamanan instalasi pertahanan sensitif. Kementerian Pertahanan juga mengatakan tidak mungkin untuk memantau layanan (street view) setelah diluncurkan dan akan merugikan keamanan nasional.

Tidak jelas apakah Google Street View telah resmi ditolak. Layanan ini dapat dipengaruhi oleh undang-undang Informasi Geospasial India yang belum disahkan. Namun seorang pejabat mengatakan bahwa masalah tersebut akan diselesaikan setelah undang-undang tersebut berlaku. Keputusan tersebut datang setelah serangan teroris di Mumbai dan yang terbaru di pangkalan udara militer Pathankot pada bulan Januari. Investigator percaya bahwa penyerang akrab dengan tata letak pangkalan udara yang bisa dilihat dari Google Maps.

Layanan street view Google telah menghadapi reaksi serupa di Eropa, termasuk di Inggris, Republik Ceko dan Jerman, di mana warga yang peduli privasi menuntut foto dari rumah mereka dikaburkan. Otoritas perlindungan data kota Hamburg mendenda Google sebanyak 189.225 dollar AS pada tahun 2013. Otoritas Eropa juga memutuskan bahwa warga yang rumahnya difoto oleh sepeda motor dan mobil Google harus diberitahu terlebih dahulu.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: CNN