Literasi Digital Anak Membutuhkan Sinergi Banyak Pihak

gty_students_tech_130611_wmain

Sekolah Dasar Gemala Ananda bekerja sama dengan ICT Watch, Yayasan Sejiwa, dan Think.Web menyelenggarakan Seminar Literasi Digital dengan tema “Bersama Anak Berteman dengan Dunia Online” di Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2016.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut hadir sebagai narasumber untuk membicarakan kebijakan literasi digital di Indonesia.

Kepala Sekolah SD Gemala Ananda Jasmin Jasin mengatakan, keberadaan generasi digital perlu mendapatkan perhatian khusus. Ia menilai generasi digital perlu dibekali informasi mengenai manfaat dan resiko atas penggunaan tekonologi informasi dan komunikasi serta implikasi dari tindakannya di dunia digital baik secara etik ataupun terhadap dirinya sendiri.

“Dengan demikan anak akan memiliki keberdayaan untuk menjadi pelaku yang cerdas dan efektif di dunia digital,” kata Jasmin di keterangan persnya, Sabtu, 4 Juni 2016.

Generasi digital merupakan pengguna internet yang lahir pada tahun 1980 dan sesudahnya. Berdasarkan riset yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia, 80 persen dari 88,1 juta orang pengguna internet di Indonesia pada 2015 merupakan generasi digital.

Donny B.U., Direktur Eksekutif ICT Watch—organisasi masyarakat sipil yang juga memiliki program literasi digital—berharap pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas teknis, dan sektor privat serta swasta dapat secara bersama mewujudkan adanya materi literasi digital yang dapat diadopsi dan disampaikan oleh sekolah-sekolah kepada para muridnya.

Donny mengatakan, pihaknya telah menginisiasi program edukasi dan kampanye Internet Sehat sejak 2002. Namun hal tersebut masih jauh dari memadai mengingat pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia yang luar biasa. “Kerja sama sinergis berbagai pemangku kepentingan adalah kunci pengembangan potensi anak bangsa dalam memanfaatkan teknologi informasi agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Sumber: Tempo