Pengguna Tidak Tahu dan Tidak Peduli Aplikasi yang Pakai Enkripsi

2014-11-18-8b-WhatsApp.be937

Apakah aplikasi perpesanan Anda menggunakan enkripsi? Dan, sebenarnya, apakah Anda peduli dengan hal tersebut?

Meskipun kini pengguna memiliki lebih banyak pilihan aplikasi perpesanan yang menjanjikan keamanan dan privasi serta banyaknya berita tentang pengawasan pemerintah dan enkripsi selama beberapa tahun terakhir, beberapa pengguna tampaknya tidak benar-benar memahami apa sebenarnya aplikasi yang dienkripsi dan mereka mungkin benar-benar tidak peduli.

Para peneliti menemukan bahwa hampir 7 persen dari 1.500 orang yang mereka disurvei salah meyakini bahwa mereka menggunakan aplikasi yang aman dan terenkripsi padahal kenyataannya sebaliknya. Selain itu, peneliti mengatakan data yang mereka kumpulkan menunjukkan bahwa baik pengguna geeks maupun non-geeks secara sukarela berperilaku tidak aman ketika menggunakan aplikasi perpesanan.

Menurut Alexander De Luca peneliti dari Google dan rekannya  Martin Ortlieb, Iulia Ion, Ben Laurie serta Sauvik Das dari  Carnegie Mellon University secara umum  sebagian besar partisipan merasa senang dengan tingkat keamanan aplikasi perpesanan, bahkan jika mereka tidak tahu sifat keamanan tersebut.

Para peneliti yang melakukan penelitian mencoba untuk mencari tahu berapa banyak pengguna, baik para ahli keamanan dan orang-orang biasa, peduli tentang keamanan dan privasi ketika memilih dan menggunakan aplikasi perpesanan. Ternyata, ketika memilih aplikasi, motivasi utamanya adalah apakah orang lain, terutama teman menggunakannya, bukan apakah aplikasi tersebut aman atau pribadi.

Hal ini menjelaskan mengapa aplikasi yang paling populer bagi para partisipan adalah Facebook Messenger, WhatsApp, dan Google Hangouts yang kesemuanya tidak menggunakan enkripsi end-to-end pada saat penelitian. Seorang partisipan dari Jerman mengatakan bahwa ia ingin menggunakan aplikasi pesan instan yang aman, namun terlalu sedikit temannya yang menggunakan aplikasi tersebut.

Peserta lain mengatakan bahwa ia berhenti menggunakan aplikasi perpesanan tertentu setelah mengetahui berita terkait insiden privasi dan beralih ke alternatif yang lebih aman. Namun akhirnya, ia harus kembali menggunakan aplikasi yang ditinggalkannya tersebut karena aplikasi tersebut terlalu dominan di antara teman-temannya.

Kabar baiknya untuk pengguna yang sadar privasi adalah bahwa beberapa orang tampaknya bersedia untuk menggunakan aplikasi perpesanan tambahan yang bahkan lebih aman dan kurang populer jika beberapa dari teman mereka meminta mereka menggunakannya.

Selain popularitas, alasan lain mengapa para partisipan penelitian mengatakan tidak menggunakan aplikasi dienkripsi adalah bahwa mereka menganggap mereka tidak dapat digunakan atau tidak dapat diandalkan sebagaimana aplikasi biasa. Bagi banyak pastisipan fakta bahwa aplikasi dapat menyampaikan pesan secara andal lebih penting daripada fakta pesan yang dienkripsi.

Sumber: Expert and Non-Expert Attitudes towards (Secure) Instant Messaging via Motherboard

Sumber Foto: Mashable