Perangkat yang Bisa Menggandakan Contactless Bank Card

contactless_payment_800x450_contentfullwidth

Kemajuan pembayaran contactless membuat peluang baru bagi pelaku kejahatan dengan cara menggandakan kartu yang dirilis oleh bank. Sebuah perangkat baru dapat digunakan oleh penjahat untuk meng-clone hingga 15 kartu contactless bank dalam hitungan satu detik dari korban yang berdiri di dekatnya. Perangkat canggih ini mencuri rincian seperti nomor kartu dan nama orang dan alamat yang terdapat pada kartu kredit atau debit.

Pemindai kartu  contactless tersebut disebut Contactless Infusion X5 mengekstrak informasi dari kartu kemudian ditulis ulang ke kartu kosong dan akhirnya dapat digunakan oleh pencuri untuk berbelanja sesuka hatinya.

Con kit siap pakai termasuk perangkat, software khusus dan 20 kartu kosong dijual di jalan-jalan London dengan harga 500 pound. Perangkat ini diperkirakan pertama kali dijual di pasar gelap untuk secara khusus menargetkan contactless bank card yang semakin populer. Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk membayar barang dengan sekali tekan kartu mereka pada pembaca, tanpa perlu memberikan tanda tangan atau memasukkan nomor PIN.

Penggunaan kartu ini didorong oleh meningkatnya popularitas pembayaran contactless tap and go dengan layanan pembayaran mobile seperti Apple Pay. Ahli memprediksi bahwa pada tahun 2025, uang kertas dan koin akan digunakan untuk hanya satu dari empat pembayaran, sementara kredit, debit dan kartu charge akan mencapai lebih dari setengah dari semua pembayaran yang dilakukan.

Titik kritis di mana uang tidak akan lagi menjadi raja pembayaran diharapkan terjadi pada tahun 2021. Saat itu diperkirakan sebanyak 14,5 miliar pembayaran kartu debit dilakukan, melampai pembayaran tunai yang berjulam 13 miliar pembayaran.

Adanya ancaman kejahatan dari perangkat canggih seperti Contactless Infusion X5 tentu perlu dipikirkan sebelum pembayaran contactless makin populer. Sebagaimana diketahui, kemudahan melakukan sesuatu karena kemajuan teknologi selalu diikuti oleh risiko yang timbul dari teknologi tersebut sehingga pengguna diminta untuk ekstra hati-hati.

Sumber: Daily Mail

Sumber Foto: IT Portal