Perusahaan Iklan Seluler Didenda Karena Masalah Privasi

2013-05-09-b2-geolocation.fb458

InMobi perusahaan iklan seluler yang berbasis di Singapura telah didenda sebesar 950.000 dollar AS oleh FTC karena diduga melacak pergerakan konsumen dan memberikan layanan iklan bertarget lokasi mereka tanpa sepengetahuan atau persetujuan konsumen. Selain hukuman denda, perusahaan mobile advertising tersebut juga harus membuat sebuah program privasi yang komprehensif.

Hal tersebut ditegaskan oleh Federal Trade Commission AS (FTC) dalam sebuah pernyataan. FTC juga menambahkan bahwa InMobi telah setuju untuk membayar denda tersebut. Vendor jaringan iklan tersebut telah mencapai lebih dari 1 miliar perangkat secara global melalui aplikasi mobile dan melayani iklan berdasarkan lokasi untuk konsumen.

FTC mengatakan perusahaan Singapura tersebut telah salah mengartikan software iklan mereka dengan mengklaim bahwa alat tersebut hanya akan melacak lokasi konsumen ketika mereka menggunakan software dan sesuai dengan pengaturan perangkat privasi pengguna. Namun, perusahaan ditemukan telah memantau keberadaan konsumen terlepas apakah menggunakan atau tidak menggunakan software InMobi tanpa izin konsumen untuk melakukannya bahkan setelah konsumen menolak untuk diakses data lokasi mereka.

FTC menuduh bahwa vendor iklan tersebut menggunakan database yang  dibangun yang berisi informasi yang dikumpulkan dari konsumen untuk melakukan sinkronisasi dengan lokasi konsumen yang didasarkan pada jaringan nirkabel terdekat, tidak peduli apakah telah mematikan lokasi di perangkat mereka.

FTC menambahkan bahwa InMobi telah melanggar US Children’s Online Privacy Protection Act karena mengekstraksi data dari aplikasi yang jelas ditujukan pada anak-anak dan telah gagal untuk mendapatkan persetujuan orang tua atau wali mereka sebelum mengumpulkan dan menggunakan data pribadi anak-anak.

Ke depannya, perusahaan Singapura tersebut diharapkan untuk mematuhi pengaturan privasi lokasi konsumen serta menahan diri dari mengumpulkan data lokasi mereka kecuali konsumen memberikan persetujuan untuk melakukannya. Program privasi harus diaudit oleh pihak ketiga setiap dua tahun untuk dua dekade berikutnya.

Sumber: ZDNet

Sumber Foto: Mashable