Referendum Uni Eropa Target Hacker Pemerintah Rusia Berikutnya

Hackers0_2568369b

Perusahaan keamanan yang menemukan hacker Rusia dalam jaringan komputer Partai Demokrat AS telah memperingatkan bahwa kampanye referendum Uni Eropa juga bisa menjadi sasaran hacker Rusia tersebut.

Dmitri Alperovitch, co-founder dan CTO CrowdStrike mengatakan  bahwa dengan munculnya suara Brexit (British Exit) yang menimbulkan minat tersendiri bagi Rusia, mereka akan mencoba untuk mencari tahu apa yang dilakukan kedua belah pihak. Alperovitch mengepalai tim yang menemukan dua kelompok hacker pemerintah Rusia dalam DNC, jaringan komputer Komite Nasional Demokrat.

Kedua kelompok tersebut disebut Cozy Bear dan Fancy Bear salah satu dari kelompok tersebut telah melanggar sistem DNC tahun lalu. Kedua kelompok tersebut juga memantau komunikasi DNC dan penelitian oposisi terhadap Donald Trump. DNC bertanggung jawab untuk mengkonfirmasi calon presiden sehingga cenderung memiliki komunikasi yang sensitif dengan calon termasuk Hillary Clinton, calon utama partai.

Kelompok yang diidentifikasi oleh CrowdStrike dengan cara memeriksa jejak digital, motivasi dan aktivitas sebelumnya diduga terkait dengan dinas intelijen militer utama Rusia, GRU dan FSB yang sering digambarkan sebagai pengganti KGB bagi Vladimir Putin.

Sejauh ini harus diakui bahwa belum ada bukti publik adanya hacker dalam jaringan kampanye Referendum Uni Eropa, namun para peneliti F-Secure, peneliti keamanan internet dari Finlandia menegaskan bahwa pemerintah Inggris bisa saja menjadi target. F-Secure mengkonfirmasi bahwa ada aktivitas yang dilakukan terhadap pemerintah Inggris. Karena ini terjadi pada mode terus-menerus menjadi sangat sulit untuk mengatakan apakah itu secara khusus ditujukan untuk referendum.

Sumber: The Telegraph