Supervisor Perlindungan Data Eropa Tolak Privacy Shield Pact

eu-flag2

Supervisor Perlindungan Data Eropa (European Data Protection Supervisor, EDPs) mengatakan bahwa pakta transfer data antara Uni Eropa dan AS perlu perbaikan yang signifikan.

Kesepakatan EU-US Privacy Shield seharusnya untuk melindungi informasi pribadi warga negara Uni Eropa ketika disimpan di AS. Kesepakatan ini dirancang untuk menggantikan pakta Safe Harbour yang dianggap tidak sah oleh EU Court of Justice pada tahun 2015. Namun, pimpinan EDP Giovanni Buttarelli memperingatkan Privacy Shield tersebut tidak cukup kuat.

Dalam sebuah pernyataan Giovanni Buttarelli bahwa ia menghargai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan solusi untuk menggantikan Safe Harbour, tetapi Privacy Shield sepertinya tidak akan cukup kuat untuk menahan pemeriksaan hukum di masa depan.

Pernyataan Buttarelli ini tidak berarti kesepakatan tersebut akan dihapuskan, namun ini merupakan wujud keprihatinan yang telah diungkapkan oleh regulator privasi Eropa pada bulan April yang lalu. Kesepakatan Privacy Shield yang dinegosiasikan AS dan Komisi Eropa rencananya akan disahkan pada bulan Juni ini.

Untuk diketahui, Safe Harbour merupakan kesepakatan yang dicapai antara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang dirancang untuk memberikan jalan yang efisien dan hemat biaya bagi perusahaan perusahaan AS untuk mendapatkan data dari Eropa tanpa melanggar aturan Uni Eropa. Kesepakatan ini diperkenalkan pada tahun 2000.

Safe Harbour memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk menyatakan diri mereka telah mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi data, untuk menghindari keharusan meminta izin untuk setiap jenis transfer data baru dari Eropa ke AS. Sayangnya pakta Safe Harbour ini telah dinyatakan tidak berlaku lagi oleh EU Court of Justice pada tahun 2015 yang lalu sehingga memaksa Eropa dan AS membuat kesepakatan baru yang disebut Privacy Sheild Pact yang sayangnya dianggap masih terlalu lemah dalam melindungi data pengguna Uni Eropa ketika disimpan di AS.

Sumber: BBC