5 Cara Predator Anak Melakukan Grooming

rsz_child-pornography-german-crete

Teman online anak mungkin tampak sempurna dan tidak bersalah. Mereka mengobrol tentang permainan, tentang upgrade terbaru dan tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka. Sayangnya, beberapa dari teman anak tersebut bisa terlalu mudah menjadi predator dan anak mungkin tidak pernah menyadari bahwa mereka jatuh ke dalam perangkap mereka. Predator yang sering laki-laki menggunakan kegiatan dan perilaku akrab untuk meyakinkan anak-anak dan remaja bahwa mereka bisa dipercaya padahal kenyataannya tidak bisa.

Untuk itu, perlu dikenali cara-cara predator melakukan grooming, yaitu sebagai berikut.

  1. Mereka akan meyakinkan anak bahwa mereka adalah teman. Dalam beberapa kasus, mereka dapat menyamar sebagai remaja untuk mendobrak hambatan dan meyakinkan anak untuk mempercayai mereka. Mereka akan berbagi informasi pribadi yang meyakinkan anak untuk membuka informasi pribadi. Padahal kenyataannya ini adalah taktik grooming agar mereka bisa melakukan eksploitasi di masa depan.
  2. Mereka akan bermain di keingintahuan dan keinginan seksual alami remaja. Remaja sering ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia seksual dan mereka akan menyeberangi banyak batasan orangtua untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut. Predator bermain di rasa ingin tahu itu, menggoda remaja secara lembut untuk melintasi batas-batas satu langkah pada satu waktu. Mereka mungkin mulai dengan mengobrol tentang seks atau membuka pintu untuk jenis-jenis percakapan yang pada awalnya tampak gugup, namun akhirnya berkembang menjadi jenis yang jauh lebih berbahaya dari diskusi dan perilaku. Mereka juga mungkin mulai dengan sesuatu lelucon yang kotor, yang mengarah ke link  pornografi atau jenis lain dari konten yang tidak ingin dilihat anak.
  3.  Mereka akan mendengarkan anak. Kepercayaan emosional sering dibangun perlahan-lahan, melalui interaksi sederhana yang kemudian menjadi sesuatu yang lebih. Sama seperti predator seksual pada kontak fisik kepercayaan emosional dibangun secara bertahap mulai dari yang kecil, seperti sentuhan tidak signifikan, kemudian menjurus ke yang lebih berbahaya. Predator online secara perlahan dan sabar akan membangun kepercayaan anak. Mereka akan mendengarkan masalah mereka, memberi mereka kesan bahwa mereka memahami anak lebih baik dari orang lain atau bahwa mereka mampu untuk memberikan anak sesuatu yang orang lain di lingkaran pertemanan tidak bisa memberikannya. Membangun kepercayaan emosional ini adalah salah satu bagian penting dari mengembangkan hubungan dengan anak dan melewati batas-batas yang sudah ditentukan orang tua sebelumnya.
  4. Mereka akan mendorong agar anak menjaga kerahasiaan. Predator menyadari bahwa anak-anak mungkin naif, namun orang tua mereka melakukan pengawasan, memiliki pengetahuan tentang perilaku berbahaya dan akan bereaksi protektif jika mereka menduga anak berada dalam bahaya. Untuk alasan ini, banyak predator akan mendorong anak menjaga kerahasiaan hubungan. Orang tua harus memperhatikan setiap saat anak atau remaja ketika mereka tiba-tiba berhenti berbicara tentang seorang teman tertentu yang sebelumnya selalu menjadi topik pembicaraan tanpa alasan yang jelas atau masuk akal.
  5. Mereka akan memisahkan remaja dari teman-teman dan keluarga. Ini merupakan proses yang sangat halus, lembut dan menyebutkan orang lain tidak mengerti atau memberi kesan bahwa pilihan mereka adalah berbahaya dan berlawanan dengan keinginan remaja atau anak. Jika jarak anak dengan teman-teman dan anggota keluarga makin dalam, predator mampu memperdalam hubungan mereka dengan anak/remaja dengan lebih baik. Mereka menjadi orang kepercayaan utama anak dan karenanya menjadi sulit untuk diungkap hubungannya dengan anak.

Sumber: Netsanity