Haruskah Anak Anda Memainkan Pokemon Go?

pokemon-GO

Dunia dilanda demam Pokemon Go, tidak terkecuali Indonesia. Game berbasis augmented reality dengan memanfaatkan lokasi atau peta dgital tersebut sedemikian populer sehingga memikat jutaan pemain baru setiap harinya. Berbeda dengan game lainnya yang tidak mengharuskan pemain mengunjungi tempat di dunia nyata sehingga membuat pemain tidak bergerak, Pokemon Go mensyaratkan para pemain mengunjungi lokasi-lokasi di dunia nyata, entah itu gedung, stadion, museum, gereja dan banyak lainnya untuk menangkap karakter Pokemon.

Tentu saja anak-anak tidak terlepas dari demam Pokemon Go ini. Game Pokemon Go ini memiliki dampak positif dan negatif yang terlebih dahulu harus dipertimbangkan dengan matang oleh orang tua sebelum mengizinkan anak memainkannya.

  1. Pokemon Go sebagai Aplikasi Kebugaran

Bukan sesuatu mengejutkan bahwa anak-anak semakin menghabiskan waktu liburan atau waktu bermain mereka dengan cara terpaku pada layar televisi, video game, smartphone dan tablet. Jika hanya sebentar di depan layar tersebut, tentu tidak jadi masalah, namun kita mengetahui bahwa anak-anak bisa berjam-jam di depan layar yang membuat mereka sangat kurang bergerak dan menjadi sedemikian gemuk karena sangat kurang olahraga.

Menurut penelitian, sekitar 75 persen anak-anak dan remaja gagal untuk mendapatkan setidaknya satu jam aktivitas fisik moderat setiap hari dan anak-anak usia antara 12 dan 15 yang paling mungkin untuk berlama-lama duduk terpaku di depan layar. Bukan kebetulan, lebih dari sepertiga dari anak-anak dan remaja mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Pokemon Go tidak seperti kebanyakan game atau video game. Pokemon Go membutuhkan para pemain untuk keluar dari rumah dan menjelajahi komunitas mereka. Selain itu, setelah menangkap Pokémon, mereka harus berjalan jarak tertentu untuk menangkap karakter lainnya, biasanya antara dua sampai lima kilometer. Jadi, Pokemon Go adalah sebuah game baru yang mendorong anak-anak untuk berjalan-jalan keluar dari rumah dan bisa dilakukan dengan cukup teratur tentu membawa manfaat bagus bagi kesehatan anak. Pokemon Go bisa membuat anak-anak lebih bugar, bertemu teman di dunia nyata, melakukan eksplorasi dan mungkin juga membuka percakapan sehingga tercipta hubungan dengan orang lain.

2. Bahaya Pokemon Go

Game selalu punya dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruk. Pada permainan Pokemon Go ada beberapa masalah keamanan terhadap anak-anak dan orang tua perlu mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengizinkan mereka bermain. Meskipun pemain mendapatkan latihan karena mereka mencari karakter di dunia nyata, mereka masih terpaku pada layar mereka. Berjalan berkeliling dengan ponsel di depan mereka, tidak selalu memperhatikan dunia luar sehingga kurang awas dengan sekelilingnya, jatuh atau menabrak rintangan.

Biasanya jika sudah larut dalam permainan, rasa awas terhadap risiko terus berkurang sehingga kemungkinan terjadi hal yang tidak diharapkan menjadi tinggi. Bisa saja perampok bersenjata menargetkan pemain Pokemon Go anak-anak atau remaja karena mereka lebih lemah dibandingkan orang dewasa.

Untuk itu, orang tua dihimbau untuk mengenali risiko bermain Pokemon Go terlebih dahulu sebelum mengizinkan anak memainkannya. Jika anak tetap ingin bermain, batasi pada lokasi tertentu yang dapat dipantau atau dampingi dan jadwalkan waktu tertentu untuk bersama-sama menangkap karakter Pokemon. Anak-anak harus benar-benar diawasi dan diberikan ketentuan yang ketat agar mereka tetap aman saat bermain Pokemon Go.

Sumber: Diadaptasi dari philly.com

Sumber Foto: houstononthecheap.com