Khawatir Invasi Cyber, Estonia Pindahkan Data Warga

022213_dcl_hacker_640

Estonia berencana untuk membuat cadangan seluruh data warganya di Inggris karena takut serangan cyber dari negara tetangganya, yaitu Rusia. Negara Baltik kecil tersebut berencana untuk membuat salinan virtual data warga negaranya, mulai dari rincian kelahiran, catatan hak pilih, catatan perbankan hingga  properti seandainya terjadi kasus pencurian atau perusakan data oleh hacker Rusia. Data pemerintah yang sensitif akan tetap tersimpan di server di kedutaan Estonia, tetapi, data penting lainnya yang nonpemerintah ditetapkan untuk disimpan di data center yang aman.

Estonia adalah salah satu negara yang paling terhubung dan berteknologi maju di Uni Eropa. Kebanyakan urusan negara dilakukan secara paperless dan menjalankan layanan online. Bahkan anggota parlemen terpilih melalui e-voting yang merupakan hal yang jarang terjadi di antara negara-negara modern sekalipun.

Namun negara tersebut menyadari ketergantungan pada layanan berbasis online, ketika serangan cyber tahun 2007 secara efektif membuat warga terputus dari pemerintah dan dunia luar selama berminggu-minggu. Serangan denial of service  dan kampanye spam membuat jaringan dan sistem lumpuh seperti bank dan lembaga pemerintah selama berminggu-minggu. Lama kemudian dipercaya bahwa Rusia berada di balik serangan cyber besar-besaran tersebut meskipun Moskow membantah terlibat.

Sumber: ZDNet