Perusahaan Harus Lakukan Perlawanan terhadap Cybercrime

cyber-crime-640x360

Sebuah laporan bersama terbaru yang dibuat oleh BT dan perusahaan konsultan KPMG meminta perusahaan untuk mengatasi industrialisasi cybercrime. Laporan ini juga sebuah peringatan terhadap bahaya yang lebih tinggi daripada ancaman hacker tunggal. Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa perusahaan Inggris harus melakukan perlawanan ke penjahat untuk mencegah pasang naik serangan cyber oleh kelompok kejahatan terorganisir yang canggih.

Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa penjahat cyber saat ini sering bekerja untuk operasi kompleks mirip dengan bisnis sebab mereka memiliki divisi sumber daya manusia dan anggaran untuk penelitian dan pengembangan.

Beberapa contoh kasus sedemikian canggih hingga penjahat dapat membajak akun email eksekutif senior dan melakukan korespondensi palsu untuk meyakinkan karyawan perusahaan untuk menyetujui transaksi. Dalam satu kasus seperti ini, penipu menyebabkan satu perusahaan setuju untuk membayar senilai 18,5 juta dollar untuk penjahat di kawasan Asia-Pasifik.

Laporan tersebut sekali lagi menekankan bahwa organisasi bisnis harus bekerja dengan penegak hukum untuk kasus tersebut dan harus mempertimbangkan meluncurkan serangan pre-emptive mereka sendiri terhadap jaringan cybercrime. Laporan BT-KPMG menemukan bahwa dari 97% dari perusahaan telah mengalami serangan cyber, hanya seperlima dari pimpinan teknologi di perusahaan-perusahaan tersebut yang merasa dilengkapi dengan cukup baik untuk menangani cybercrime terorganisir.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Guardian