Twitter Hapus Akun Troll Milo Yiannopoulos

twitter-layoffs

Harus diakui bahwa interaksi pengguna Twitter belum banyak mengalami perbaikan dari sisi kenyamanan. Di Twitter hingga saat ini sangat banyak hate speech, bullying, trolling, provokasi dan penyebaran berita palsu. Tampaknya Twitter kewalahan menghadapi akun-akun yang sering melakukan hate speech, trolling dan lainnya dengan alasan kebebasan berbicara.

Salah satu contoh terakhir adalah Leslie Jones yang di-troll dan mengalami pelecehan dari salah seorang pengguna Twitter yang disebut sebagai raja troll, yaitu Milo Yiannopoulos dengan akun @Nero. Milo Yiannopoulos bukan sekali dua telah diperingatkan oleh Twitter akibat aksinya yang sering melakukan trolling. Ia pernah di-suspend beberapa kali dan centang biru pada akunnya pernah dicabut oleh Twitter.

Namun hal tersebut tidak menghentikannya melakukan trolling dan hate speech di Twitter dan Leslie Jones adalah salah satu korbannya yang akhirnya memutuskan untuk menghapus akunnya di Twitter. Hal ini membuat Twitter melakukan tindakan terakhir untuk menghentikannya, yaitu melarang Milo Yiannopoulos untuk berada di Twitter.

Juru bicara Twitter mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa suspensi permanen adalah salah satu dari sejumlah langkah yang telah diambil untuk mengatasi peningkatan serangan  sejak Jones mulai melakukan perlawanan terhadap pelaku tralling dan hate speech terhadap dirinya. Orang-orang harus dapat mengekspresikan opini yang beragam dan keyakinan di Twitter, tetapi tidak ada yang layak untuk mengalami pelecehan online yang ditargetkan dan aturan Twitter melarang menghasut atau terlibat dalam penyalahgunaan ditargetkan atau pelecehan dari orang lain.

Pernyataan tersebut juga mengakui kritik bahwa Twitter tidak cukup jauh melindungi penggunanya, terutama perempuan dan orang kulit berwarna.

Twitter mengakui bahwa mereka tidak melakukan usaha yang cukup untuk mengekang jenis perilaku di Twitter. Twitter akan terus berinvestasi dalam meningkatkan alat dan sistem penegakan untuk lebih memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan cepat pada pelecehan dan mencegah penjahat kambuhan.

Dilarangnya salah satu troll aktif di Twitter untuk menggunakan layanan Twitter tampaknya bukan suatu cara yang cukup efektif karena akun troll dan akun yang melakukan pelecehan masih sangat banyak di Twitter. Twitter harus berupaya lebih aktif menjangkau dan melakukan perlindungan serta tindakan yang lebih cepat jika ada kasus pelecehan, bukan hanya menunggu laporan dari korban atau pengguna lain.

Sumber: The Guardian, Gizmodo, Buzzfeed