1 dari 4 Orang Membagi Pesan Seksual yang Mereka Terima

Screen-Shot-2014-07-17-at-9.23.39-AM-640x360

Sebuah penelitian baru dari para peneliti Indiana University menunjukkan bahwa meskipun kebanyakan orang yang terlibat dalam sexting berharap pesan mereka tetap pribadi, ternyata hampir satu dari empat orang berbagi pesan seksual yang mereka terima. Ini artinya pesan seksual atau sext tersebut tidak dikonsumsi secara pribadi, tetapi dibagi ke orang lain.

Penelitian yang diberi judul Sexting among singles in the USA: Prevalence of sending, receiving, and sharing sexual messages and images dipimpin oleh Justin Garcia baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal online Sexual Health. Penelitian ini meneliti sikap dan perilaku sexting, termasuk pengiriman, penerimaan dan berbagi pesan dan foto berbau seks dengan sampel nasional sebanyak 5.805 orang dewasa lajang berusia antara 21 hingga 75 tahun.

Dari mereka yang disurvei, 21 persen atau hampir satu dari lima orang, melaporkan mengirim pesan berbau seks dan 28 persen melaporkan menerima pesan teks eksplisit secara seksual. Selanjutnya, 16 persen melaporkan mengirimkan foto seksual dan lebih dari 23 persen melaporkan menerima foto seksual. Studi ini juga menemukan bahwa kebanyakan sexting terjadi antara pasangan yang sudah dalam hubungan yang mapan dan orang-orang yang mengirim pesan, 66 persen pria dan 78 persen wanita melakukannya untuk menggoda pasangan yang sudah memiliki hubungan.

Studi ini juga menemukan bahwa sexting lebih menonjol di antara responden yang lebih muda dan laki-laki 1,5 kali lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk mengirim pesan teks berbau seksual. Ketika dihadapkan dengan masalah menjaga privasi saat mengirim dan menerima pesan dan foto seksual, penelitian ini menemukan bahwa 73 persen dari peserta melaporkan ketidaknyamanan ketika berbagi sexts dengan  orang di luar penerima yang sah. Namun, dari mereka yang menerima foto berbau seks, 23 persen melaporkan berbagi dengan orang lain. Mereka yang menerima sexts dan berbagi dengan orang lain melakukannya dengan rata-rata lebih dari tiga orang teman.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko nyata sexting adalah potensi dibaginya pesan berbau seks tanpa sepengetahuan pengirim. Ini artinya boleh saja pengirim pesan atau foto berbau seks menganggap pesan tersebut tidak dibagi penerima ke orang lain sehingga pesan atau foto tersebut menjadi pribadi, namun pada kenyataannya ada potensi nyata pesan dan foto berbau seks tersebut dibagi ke orang lain.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk marah dengan adanya perilaku membagi sexts daripada laki-laki dan laki-laki hampir dua kali lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk berbagi sexts dengan orang lain.

Sumber: Science Daily

Sumber Foto: Cult of Mac