Butuh Perintah Pengadilan untuk Akses Data di Laptop Apple

_87838523_encryption

Apple Inc. terkenal akan kegigihan mereka membela data penggunanya, tidak terkecuali bagi pengguna yang sudah meninggal. Hal ini dibuktikan dengan penolakan mereka kepada seorang ayah yang anaknya meninggal beberapa waktu yang lalu dan ingin mengakses data-data anaknya tersebut.

Seorang ayah berkabung karena kematian anaknya telah memulai kampanye untuk mengakses musik, foto dan kenangan anaknya tersebut setelah ia diberitahu oleh Apple Inc. bahwa untuk bisa mengakses data tersebut ia perlu mendapatkan perintah pengadilan.

Colin Hehir yang anaknya ditikam dalam serangan saat malam Halloween tahun lalu, mengatakan ia diberitahu oleh Apple Inc. bahwa data tidak bisa ditransfer tanpa surat perintah dari pengadilan. Hehir mengatakan bahwa ia tidak harus pergi ke pengadilan untuk mengakses laptop anaknya. Menurutnya orang bisa menutup rekening bank dengan sertifikat kematian, jadi mengapa harus ada surat perintah pengadilan untuk mengakses komputer.

Seorang juru bicara Apple mengatakan bahwa karena undang-undang privasi yang ketat, mereka tidak bisa menyerahkan data ke keluarga Hehir tanpa kewenangan hukum. Apple Inc memberikan perhatian sangat seirus terhadap privasi dan keamanan informasi pribadi pengguna. Dalam beberapa kasus pengguna mungkin tidak ingin data pribadi mereka dipindahkan ke orang lain yang berarti data tersebut tidak bisa dihapus secara default. Dengan tidak adanya izin untuk akses pihak ketiga ke sebuah akun pengguna tertentu adalah mustahil untuk memastikan apa akses yang diinginkan dan Apple Inc. bukanlah pihak yang tepat untuk memutuskan hal tersebut.

Morgan Hehir yang baru berusia 20 tahun pada saat kematiannya, bekerja sebagai pegawai rumah sakit dan bekerja sambilan sebagai seniman grafiti dan musisi. Menurut ayahnya, ia menggubah musik di laptopnya serta memproduksi komposisi teman-temannya. Masalah ini muncul karena Morgan melakukan enkripsi terhadap laptopnya dengan menggunakan software Apple Inc. Password tersebut, sebagaimana telah banyak dibuktikan tidak dapat dilalui dengan mudah. Apple Inc. telah menolak untuk mengizinkan akses pihak ketiga untuk mendekripsi data tanpa izin dari pengadilan Inggris.

Sumber: The Telegraph