Perusahaan Kapal Selam Prancis Alami Kebocoran Data

image-of-data-leak-computer

Pejabat pertahanan India mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kebocoran data besar-besaran dari pembuat kapal Perancis DCNS yang bisa memengaruhi kontrak kapal selam utama untuk angkatan laut India. Kebocoran data tersebut lebih dari 22.000 halaman yang memaparkan rahasia tentang kemampuan tempur kapal selam Scorpene.

Tidak jelas siapa yang pertama kali memperoleh dokumen rahasia tersebut yang kemudian dipublikasikan  oleh media Australia. Awal tahun 2016 ini DCNS memenangkan kontrak pertahanan terbesar Australia yang pernah ada untuk membangun armada kapal selam canggih. Namun demikian, rincian tentang kapal selam Shortfin Barracuda yang akan dibangun untuk Australia tidak terdapat dalam kebocoran.

India menandatangani kesepakatan senilai 3,5 miliar dollar untuk enam kapal Scorpene pada tahun 2005. Enam kapal  Scorpene sedang dibangun dengan cara bekerja sama dengan pembuat kapal milik pemerintah India di Mumbai. Menteri Pertahanan Manohar Parrikar mengakui bahwa India sedang menyelidiki kebocoran untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.

Scorpene merupakan kapal selam ukuran kecil menengah yang juga digunakan Malaysia dan Chili. Brasil juga akan menggunakan Scorpene pada tahun 2018. Seorang juru bicara DCNS menjelaskan bahwa kebocoran tersebut sebagai masalah serius dan mengatakan pihak berwenang Perancis secara resmi akan menyelidikinya.