Scam Baru Banjiri Akun Instagram dengan Foto Dewasa

53112191

Bila ditelusuri, terdapat sejarah panjang penipuan yang melanda media sosial. Facebook, Twitter dan Instagram sering menjadi korban dari penipuan yang dilakukan para scammer.  Baru-baru ini scam terbaru ditemukan di Instagram. Dengan scam tersebut scammer bisa mengambil alih profil pengguna dan mengisinya dengan foto dewasa (foto porno) dan link ke situs porno atau situs kencan. Ketika pengguna mengklik link, malware akan didownload ke perangkat sehingga memberikan hacker akses remote ke PC, ke rekening bank dan kartu kredit. Bahkan hacker bisa memperoleh pinjaman dengan memakai nama pengguna tanpa pengguna mengetahui hal tersebut. Tentu saja ini sebuah mimpi buruk.

Nick Shaw dari Norton yang berspesialisasi dalam keamanan cyber mengatakan bahwa ia tidak bisa mengatakan dengan pasti bagaimana hacker masuk ke akun Instagram pengguna. Namun ia memperkirkan penyebab yang paling mungkin adalah password tidak cukup kuat. Setelah hacker masuk, mereka dapat mengubah password, mengunci pengguna keluar dari akun miliknya dan semuanya online seperti biasa, tetapi yang menggunakannya bukan pemilik aslinya melainkan hacker.

Nick Shaw menambahkan bahwa penjahat menargetkan kelompok online besar seperti Instagram, Tinder dan LinkedIn karena mudah bagi mereka. Mereka tidak perlu pergi ke bank dengan membawa senjata (untuk merampok). Mereka dapat melakukannya dari kemewahan ruang tamu mereka. Jika mereka bisa melakukannya dengan benar, hal tersebut bisa sangat menguntungkan.

Menjadi korban hacking ibaratnya seperti seseorang membuka versi elektronik dari rumahnya dan semua data yang dimilikinya. Ketika menjadi korban hacking, hacker bisa menghabiskan uang, mengosongkan rekening bank atau mengambil pinjaman atas nama pengguna. Hal tersebut merupakan bencana finasial. Namun, tentu bukan hanya keuangan pengguna yang dapat terpengaruh. Reputasi pengguna yang diwakili oleh akun, misalnya akun Instagram turut menjadi rusak. Bayangkan jika hacker memasuki akun Instagram, lalu mem-posting foto dewasa, video dewasa dan banyak hal lain yang terkait dengan konten dewasa, reputasi pengguna bisa hancur. Untuk itu, pengguna perlu berhati-hati. Gunakanlah password yang kuat dan selalu awas terhadap sesuatu yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Lifehacker