Sepertiga Pengguna Internet Inggris Mencoba Digital Detox

130320105648-smartphone-bed-story-top

Skala obsesi pengguna internet Inggris diungkapkan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Ofcom baru-baru inni. Studia baru tersebut menunjukkan bahwa jumlah waktu yang semakin meningkat yang dihabiskan untuk online membuat pengguna kehilangan tidur, mengabaikan pekerjaan rumah tangga dan sedikit waktu yang dihabiskan bersama teman dan keluarga. Studi tersebut juga menemukan sepertiga pengguna internet Inggris yang memutuskan untuk mengambil detoks digital atau istirahat dari web.

Saat ini, rata-rata, orang dewasa Inggris menghabiskan 25 jam seminggu untuk online, naik dari sembilan jam pada tahun 2005. Tiga perempat dari pengguna internet Inggris mengatakan hal tersebut penting untuk kehidupan sehari-hari mereka dan 59% mengatakan mereka kecanduan pada perangkat yang mereka gunakan untuk terhubung (ke internet).

Laporan yang menyurvei 2.050 orang dewasa dan 500 remaja tersebut menemukan bahwa lebih dari sepertiga dari mereka merasa sulit untuk lepas (dari internet) dan hampir setengah mengatakan mereka merasa kehilangan ketika mereka tidak bisa mengakses internet. Bagi mereka yang berusia 16 sampai dengan 24 tahun angkanya sebanyak 59%.

Banyak dari mereka yang disurvei khawatir terhadap obsesi mereka dengan web. Empat dari 10 responden berpikir bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk online dan sebanyak 41% mengatakan mereka menghabiskan lebih banyak waktu online daripada yang mereka inginkan.

Hampir setengah (48%) mengatakan bahwa sebagai akibat dari terlalu banyak menghabiskan waktu online mereka mengabaikan pekerjaan rumah tangga dan proporsi yang sama (47%) juga menyalahkan browsing web untuk kehilangan waktu tidur atau lelah di hari berikutnya. Hampir satu dari tiga responden mengatakan mereka kehilangan waktu dengan keluarga atau teman-teman dan 13% mengatakan mereka terlambat untuk bekerja sebagai akibat dari penggunaan internet.

Survei tersebut juga menemukan bahwa terus-menerus terhubung (ke internet) mengalami dampak negatif pada perilaku. Seperempat dari mereka yang disurvei mengatakan seseorang menabrak mereka setidaknya sekali seminggu karena mereka selalu melihat ke smartphone. Lebih dari seperempat mengatakan mereka telah mengirim sms atau menggunakan layanan pesan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang masih berada dalam satu rumah. Di kalangan remaja, 60% mengaku mengabaikan tugas sekolah dan seperempat terlambat untuk sekolah karena mereka terpaku perangkat yang terhubung ke internet.

Sumber: The Guardian