Status Baterai Digunakan untuk Pelacakan Online

battery-life

Setahun setelah kekhawatiran adanya potensi bahwa status baterai digunakan untuk melacak keberadaan pengguna secara online, kekhawatiran tersebut menjadi kenyataan. Peneliti dari Princeton University mengatakan bahwa indikator status baterai digunakan untuk melacak perangkat yang berarti telah terjadi paparan privasi.

API status baterai yang diperkenalkan di HTML5 yang merupakan kode versi kelima dari kode yang digunakan oleh mayoritas web dan sudah digunakan di Firefox, Opera dan Chrome pada bulan Agustus 2015. Hal ini memungkinkan pemilik situs untuk melihat persentase baterai yang tersisa di perangkat, serta waktu yang diperlukan untuk untuk mengisi kembali jika terhubung ke sumber listrik.

Dua peneliti keamanan dari Princeton University telah menunjukkan bahwa indikator status baterai benar-benar sedang digunakan secara bebas untuk melacak pengguna. Dengan menjalankan browser dimodifikasi khusus, Steve Engelhard dan Arvind Narayanan menemukan dua script pelacakan yang menggunakan API status baterai untuk menandai perangkat tertentu sehingga memungkinkan mereka untuk terus mengidentifikasinya untuk berbagai  tujuan.

Penelitian ini menarik perhatian Lukasz Olejnik, salah satu dari empat peneliti yang pertama kali meminta perhatian kepada isu-isu potensial pada API status baterai di tahun 2015. Meskipun Olejnik mencapai beberapa keberhasilan karena peringatannya dan badan yang bertanggung jawab atas standar Web berterima kasih kepada kelompoknya untuk analisis privasi, API status baterai masih memiliki potensi penyalahgunaan di masa depan.

Sumber: The Guardian