Alasan Pengguna Instagram Punya Dua Akun

instagram-sign

Berapa banyak akun Instagram yang Anda miliki? Mungkin hanya satu? Saat ini ada banyak pengguna yang memiliki lebih dari satu akun Instagram. Mengapa demikian?

Banyak pengguna Instagram yang memiliki dua akun, satu disediakan untuk teman dekat mereka dan yang satu lagi untuk siapa saja yang ingin mengikuti mereka. Hal ini disebut Rinstagram dan Finstagram. Akun Rinstagram merupakan akun riil Instagram yang memiliki jumlah pengikut yang banyak dan menawarkan narasi visual yang lebih halus dan performatif. Di akun ini sangat umum ditemukan foto narsis penggunanya yang menggunakan filter tertentu. Foto makanan dan minuman, suasana pedesaan atau lanskap pantai di latar belakang.

Sementara akun Finstagram merupakan akun Instagram palsu atau akun Instagram kedua yang diperuntukkan bagi teman-teman dekat mereka. Dengan jumlah pengikut yang rendah (jauh lebih sedikit dibandingkan akun asli), mereka menggunakan akun ini untuk berbagi gambar yang lebih jelas tentang kehidupan mereka yang seringkali sengaja tidak menarik sehingga membuat orang memalingkan muka dan tidak memberikan LIKE.

Pengguna yang memiliki dua akun ini kebanyakan masih remaja dan bagian dari kehidupan ganda mereka adalah untuk menipu orang tua. Mereka memungkinkan orang tua mengakses ke akun performatif, akun publik mereka, namun akun yang lebih kaku atau akun rahasia (sering dengan nama lain) yang dirahasiakan, hanya untuk teman-teman. Keterpecahan identitas online ini merupakan jalan bagi orang-orang yang benar-benar tidak harus menyembunyikan kecenderungan mereka dari orang tua mereka.

Pertanyaannya, mengapa mereka memiliki dua akun yang sepertinya saling berlawanan?

Salah satu jawaban penting adalah privasi. Dengan adanya akun kedua yang tidak dikenal, pengguna ingin aktivitas lain mereka di Instagram tidak diketahui oleh orang lain. Misalnya, kebanyakan remaja sangat gandrung di Instagram, memposting berbagai macam foto dan hal lainnya. Biasanya orang tua mengetahui akun Instagram tersebut dan sesekali atau bahkan mungkin sering memeriksa apa yang dilakukan anak di Instagram. Hal ini membuat anak tidak enak hati, apalagi kemungkinan orang tua menjadi follower akun Instagram tersebut.

Dengan akun kedua yang disebut “palsu” tersebut pengguna bisa menghadirkan dirinya yang lain kepada follower yang lebih terbatas yang mungkin saja tidak bisa dilakukan pada akun yang lebih populer. Perilaku yang kurang bagus, misalnya tidak akan diposting di akun yang lebih populer, tetapi di akun yang lebih sedikit follower-nya karena pengguna merasa lebih bebas berekspresi tanpa harus takut malu dengan perilakunya tersebut. Dan hal ini mungkin saja tidak hanya terjadi di Instagram. Media sosial populer lainnya, seperti Facebook terdapat pengguna yang tidak hanya memiliki dua akun, bahkan mungkin beberapa akun sekaligus.

Sumber: Diolah dari The Guardian