Ancaman Pembajakan Terbaru: Stream Ripping

ngklmyzdreev2sfsf0jx

Pembajak selalu mencari cara baru untuk melakukan aksinya. Aksi terbaru adalah dengan mengubah lagu yang di-streaming-kan ke format MP3.

Awal tahun ini, hakim federal AS menutup situs download musik gratis Mp3skull.com dan mengenakan denda sebanyak 22 juta dollar AS yang kemudian diberikan kepada perusahaan rekaman yang menggugat situs tersebut atas pelanggaran hak cipta. Namun kemudian muncul situs Mp3skull.onl yang bahkan lebih mengkhawatirkan bagi industri musik, yaitu membajak lagu yang di-streaming-kan. Praktek tersebut melibatkan pemutaran lagu atau video musik yang dimainkan pada layanan streaming yang kemudian didownload permanen. Praktik ini sedang populer pada penggemar musik usia muda.

Perkembangan layanan musik streaming selama dekade terakhir memungkinkan aplikasi mobile dan situs membiarkan pengguna untuk membuat file MP3 dari lagu-lagu yang distreaming-kan tersebut pada layanan gratis seperti YouTube. Fans bisa mendengarkan lagu-lagu tersebut tanpa iklan seperti di YouTube dan tidak harus membeli lagu atau membayar untuk layanan berlangganan seperti Spotify AB dan Apple Music dari Apple Inc. Situs dan aplikasi populer memungkinkan pengguna untuk mengkonversi video YouTube ke dalam bentuk audio tanpa iklan yang bisa didownload dengan satu klik.

Menurut data baru dari International Federation of the Phonographic Industry, 49% dari pengguna internet antara usia 16 dan 24 tahun dilaporkan melakukan pembajakan streaming  dalam enam bulan yang berakhir pada bulan April, naik dari 41% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, 30% dari pengguna internet dari segala usia dilaporkan melakukan pembajakan streaming yang merupakan peningkatan 10% dari tahun lalu.

Modus pembajakan baru ini mengganggu karena industri musik telah kehilangan 60% dari nilainya sejak puncaknya pada tahun 2000 dan telah berkembang selama lima tahun terakhir karena bertumpu pada layanan streaming berbayar. Itu artinya, dengan modus pembajakan baru ini, pengguna tidak perlu lagi membeli layanan streaming yang selama ini mereka lakukan sehingga membuat industri musik mengalami kerugian.

Salah satu alasan mengapa pembajakan streaming mendapatkan sedemikian banyak penggemar adalah bahwa banyak pelaku menganggap yang mereka lakukan bukanlah tindakan pembajakan. Dalam sebuah laporan awal tahun ini oleh MusicWatch, 73% dari survei responden yang melakukan pembajakan streaming atau menggunakan aplikasi musik ilegal lainnya mengatakan yang mereka lakukan adalah tindakan yang sah.

Sumber: WSJ

Sumber Foto: Lifehacker