FBI Bangun Kasus Baru untuk Akses Perangkat Elektronik

_87838523_encryption

Direktur FBI, James Comey baru-baru ini memperingatkan sekali lagi tentang ketidakmampuan FBI untuk mengakses perangkat digital karena enkripsi dan mengisyaratkan penyelidik menginginkan perundingan lebih lanjut dengan produsen perangkat. Comey mengatakan enkripsi luas yang dibangun di dalam smartphone membuat makin banyak ruang gelap untuk menyelidiki. Artinya penyelidik makin banyak menemukan kesulitan ketika menyelidiki sebuah kasus disebabkan oleh penerapan enkripsi yang luas di dalam smartphone.

Sebelumnya, FBI meminta perintah pengadilan untuk memaksa Apple agar mau membantu meng-hack iPhone yang digunakan oleh salah satu penembak San Bernardino, California. Permintaan tersebut ditolak oleh Apple dengan mengatakan bahwa hack tersebut akan melemahkan keamanan produknya. FBI akhirnya masuk ke iPhone tersebut dengan bantuan pihak ketiga, namun sejauh ini gagal menemukan apa yang mereka cari. Comey mengatakan bahwa dialog dengan produsen akan dilanjutkan untuk menemukan titik kesepahaman tentang enkripsi di smartphone.

Pembicaraan dengan produsen tersebut berlangsung di bawah kesadaran publik dan berlansung dengan baik. Tahun ini FBI berencana mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sehingga tahun depan mereka dapat melakukan percakapan lebih lanjut atau lebih serius dengan produsen.

Menurut Comey, orang Amerika memiliki ekspektasi yang wajar untuk privasi pada ruang pribadi, termasuk rumah, mobil dan perangkat elektronik. Namun hal tersebut tidak berlaku mutlak ketika penegak hukum percaya bahwa perangkat seperti laptop atau smartphone memiliki bukti kejahatan. Ini artinya privasi tersebut diakui, namun jika berhadapan dengan kasus hukum, penegak hukum semestinya dapat memaksa produsen agar mereka bisa masuk ke dalam perangkat tanpa dihalangi oleh enkripsi.

Sumber: The Guardian