FBI Dipaksa untuk Merilis Siapa yang Hack iPhone

FBI-640x360-640x330

Pengadilan federal di Washington DC telah mengeluarkan surat panggilan ke FBI setelah sekelompok organisasasi media mengajukan gugatan memaksa mereka untuk merilis rincian bagaimana FBI meng-hack iPhone milik salah satu pelaku penembakan di San Bernardino.

Associated Press (AP), surat kabar Gannett dan Vice Media mengajukan gugatan untuk memaksa FBI di bawah Freedom of Information Act (FOIA) untuk mengungkapkan rincian tentang cara mereka memperoleh pada akses ke iPhone milik Syed Farook , salah satu pelaku serangan di San Bernardino pada bulan Desember 2015 yang menewaskan 14 orang.

Secara khusus, gugatan tersebut meminta identitas vendor yang darinya FBI membeli hack sehingga memberi mereka akses ke telepon Farook dan seberapa banyak FBI membayar untuk hack tersebut. Gugatan tersebut mengklaim bahwa publik perlu mengetahui apakah teknik yang digunakan mengekspos kerentanan keamanan yang kritis di salah satu produk teknologi paling populer di dunia tersebut.

Sebagaimana diketahui, pada bulan Februari yang lalu, FBI meminta bantuan Apple secara langsung untuk membobol iPhone milik Farook. Namun Apple menolak, lalu FBI mencoba untuk memaksa Apple untuk memberikan akses backdoor. Kemudian, pada bulan Maret, tiba-tiba FBI tidak lagi memaksa Apple setelah menemukan pihak ketiga untuk melakukan eksploitasi yang seminggu kemudian diumukan telah berhasil masuk ke iPhone 5c milik Farook.

Sumber: The Guardian