Google Hapus 1,75 miliar URL karena Masalah Hak Cipta

rsz_google-headquarters-sign

Google telah merilis versi baru yang lebih baik dari Copyright Transparency Report. Laporan baru tersebut membuat lebih mudah untuk mendapatkan wawasan tentang lebih dari satu miliar URL yang dilaporkan.

Dalam beberapa tahun terakhir pemegang hak cipta membombardir Google dengan permintaan DMCA takedown untuk menargetkan link ke konten bajakan. Jumlah permintaan telah meningkat secara dramatis, dari hanya beberapa lusin pemberitahuan penghapusan selama satu tahun pada tahun 2008 menjadi  jutaan per hari saat ini.

Untuk memberikan wawasan kepada publik tentang proses penghapusan situs tersebut, Google pada tahun 2012 meluncurkan Copyright Transparency Report untuk pencarian. Laporan tersebut membantu untuk menunjukkan peningkatan yang cepat dalam volume, juga membantu untuk melaporkan berbagai jenis DMCA takedown selama bertahun-tahun. Data terakhir menunjukkan lebih dari 1,75 miliar URL telah dilaporkan. Laporan Google juga memperlihatkan gambaran tentang berapa banyak URL yang tidak dihapus dari indeks pencarian, dan alasan untuk itu.

Misalnya, selama tahun lalu lebih dari 10% dari semua URL yang dilaporkan tidak dihapus dari indeks pencarian. Kira-kira setengah dari yang tidak dihapus tersebut, yaitu sebanyak 50 juta link (5,5%) merupakan link duplikasi yang sudah dilaporkan sebelumnya. Sebanyak 15 juta link (1,6%) merupakan URL tidak valid, seperti kesalahan ketik dan konten yang sudah tidak ada dan 31 juta link lainnya ditolak dengan alasan lain.

Google berharap laporan transparansi baru tersebut akan membantu publik untuk lebih memahami apa konten ditargetkan dan bagaimana Google melakukan respon terhadap laporan DMCA Takedown. Laporan tersebut tentu sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Google selama ini dituding menjadi sebab terjadinya banyak pembajakan di internet. Padahal Google melakukan usaha yang tidak kalah bagusnya dalam memerangi konten bajakan di internet, meskipun belum maksimal.

Sumber: Torrent Freak