Hacker Guccifer Dihukum Penjara Selama 52 Bulan

rsz_hacker

Mungkin sudah tidak terhitung jumlah hacker yang dipenjara karena aksi yang mereka lakukan. Namun tampaknya hal tersebut tidak menjadi halangan bagi hacker lain untuk terus melakukan aksi kejahatan. Contoh terbaru adalah hacker Guccifer yang dihukum penjara selama 52 bulan.

Marcel Lazar atau biasa dikenal dengan Guccifer merupakan seorang hacker asal Romania yang menargetkan politikus AS berprofil tinggi. Guccifer mengaku bersalah pada bulan Mei yang lalu atas tuduhan pencurian identitas terencana dan akses tidak sah ke komputer. Lazar yang menargetkan mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell dan keluarga Bush, ditangkap atas tuduhan hacking di Rumania pada tahun 2014 dan dipenjara selama empat tahun. Ia kemudian diekstradisi ke AS upada bulan Maret 2016.

Hacker berusia 44 tahun tersebut secara tidak sengaja menemukan akun email pribadi Hillary Clinton pada 2013 setelah melakukan hacking terhadap  akun mantan penasehat politiknya, Sidney Blumenthal. Dua tahun kemudian, terungkap Clinton menggunakan akun pribadinya secara eksklusif yang terhubung ke server pribadi di kediamannya di New York saat menjabat sebagai menteri luar negeri AS.

Pada awal tahun 2016, Lazar mengklaim bahwa ia telah menyusup ke server pribadi tersebut, tetapi Clinton membantah adanya pelanggaran tersebut. FBI juga mengatakan bahwa tidak ada bukti Lazar telah meng-hack Hillary. Lazar adalah mantan sopir taksi di Rumania. Ia dipercaya telah melakukan hacking ke 100 akun email AS antara tahun 2012 hingga 2014.

Pada bulan Juni, seorang hacker yang menggunakan alias Guccifer 2.0 mengklaim bahwa telah terjadi pelanggaran data di Komite Nasional Demokrat dan Komite Kampanye Kongres Demokrat. Para pejabat intelijen AS mengatakan mereka percaya Guccifer 2.0 terkait dengan badan intelijen Rusia yang mengindikasikan hack tersebut disponsori negara. Namun sejauh ini tidak ada koneksi antara Lazar dan Guccifer 2.0.

Sumber: BBC