Informasi Pemilu di Hongkong Diblokir China

472426-china-censorship-1-640x360

Pemilihan umum untuk memilih Legislative Council yang berakhir pada 4 September yang lalu di Hong Kong menarik untuk diamati. Pemilu tersebut diikuti oleh jumlah pemilih sekitar 2,2 juta orang yang merupakan rekor dari jumlah pemilih yang pernah ada.

Pemilihan Legislative Council penting untuk China Daratan dan pemerintah di Beijing khususnya. Namun ketersediaan informasi mengenai pemilu di Hong Kong tersebut sangat sedikit di wilyah China Daratan karena pemerintah China menyensor informasi atau memblokir sama sekali infornasi tersebut. Liputan media negara dalam bahasa China hampir tidak ada, baik sebelum maupun setelah pemungutan suara.

Pada Minggu malam setelah pemungutan suara, China News Service, lembaga yang dikelola negara China, menerbitkan sebuah laporan singkat yang memberikan penjelasan singkat pemilu Hong Kong ke pembaca di China Daratan. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana  pemilu bekerja, tanpa menyebutkan lanskap politik. Liputan asing dari pemilu Hong Kong diblokir di China, termasuk di Hangzhou tempat para pemimpin dunia G20 melakukan pertemuan.

Diskusi online tentang pemilu sepertinya juga disensor atau diblokir seluruhnya, di China Daratan. Pada Minggu malam, wartawan China terkenal Luqiu Luwei menulis di situs jejaring sosial Sina Weibo dengan mengatakan bahwa pemilih harus datang lebih awal untuk menghindari antrian panjang. Ia juga menyertakan foto antrean panjang di beberapa tempat pemungutan suara. Postingan tersebut hanya  berlangsung selama tujuh jam sebelum dihapus.

Melakukan pencarian dengan kata kunci Hong Kong election dalam bahasa China di Weibo hanya menghasilkan segelintir pos dari luar negeri dan Wen Wei Po koran Hong Kong pro-Beijing. Tidak ditemukan pos dari pengguna biasa dalam hasil pencarian yang merupakan hal yang tidak biasa.

Hal ini bukanlah usaha pertama Beijing untuk menjaga agar warga China Daratan tidak menyadari apa yang terjadi di ranah politik Hong Kong. Selama Occupy protests  pada tahun 2014, situs berita China diperintahkan hanya boleh melaporkan pernyataan resmi.

Sumber: Quartz

Sumber Foto: tech4.rizlys.com