Lebih 200 Orang Dituntut Karena Hukum Baru Balas Dendam Porno

revenge-porn

Crown Prosecution Service (CPS), Inggris baru-baru ini merilis data kejahatan terhadap perempuan. Rilis tersebut menunjukkan lebih dari 200 orang dituntut di bawah hukum balas dendam porno baru. Data untuk Inggris dan Wales juga menunjukkan pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga dan serangan seksual menjadi bagian hampir seperlima dari total pekerjaan CPS dengan penuntutan dan putusan hukum mencatatkan rekor.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa berbagi foto pribadi atau film seksual tanpa persetujuan subjek di Inggris dan Wales merupakan pelanggaran hukum. Hukum baru ini mulai berlaku pada bulan April 2015. Hal ini sering disebut balas dendam porno di mana sering melibatkan mantan pasangan yang mengupload foto seksual korban sehingga menyebabkan penghinaan pada korban atau malu.

Beberapa hal penting dari laporan CPS tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan dan serangan seksual menyumbang 18,6% dari beban kerja secara keseluruhan CPS. Hal ini merupakan peningkatan selama enam tahun terakhir dari hanya di bawah 9%.
  2. Sebanyak 206 orang dituntut karena mengungkapkan gambar seksual pribadi tanpa izin atau balas dendam porno.
  3. Lebih dari 100.000 orang dituntut karena kekerasan domestik dengan tingkat putusan  hukuman lebih dari 75%.
  4. Jumlah penuntutan dalam kasus perkosaan mencapai angka tertinggi yang pernah tercatat (4.643) dan hampir 58%-nya (2.689) dari mereka yang dihukum karena pemerkosaan atau alternatif pelanggaran yang lebih rendah.
  5. Tuntutan terhadap kasus pelecehan seksual anak mengalami peningkatan hampir 17% ke 4.643 kasus.

Sumber: BBC