Penjahat Cyber Gunakan Darknet untuk Jual Layanan ke Kelompok Militan

rsz_hacker

Europol memperingatkan bahwa penjahat cyber kini menawarkan jasa di darknet kepada kelompok militan. Jasa tersebut digunakan untuk menyerang secara online. Europol menyimpulkan bahwa volume, ruang lingkup dan biaya cybercrime tetap dalam tren yang terus meningkat dan telah mencapai tingkat yang sangat tinggi. Namun demikian, grup militan tersebut belum menerapkan teknik serangan dalam serangan besar-besaran.

Secara keseluruhan, laporan Europol menemukan tren cybercrime terus tumbuh dengan beberapa negara anggota Uni Eropa melaporkan kejahatan cyber lebih banyak dari kejahatan tradisional. Europol kini memberikan perhatian serius terhadap meluasnya komunitas cybercriminal sehingga bisa lebih memanfaatkan teknologi dan meningkatkan ketergantungan pada internet. Europol menegaskan bahwa serangan ransomware terus berkembang dan menimbulkan masalah. Cybercrime lain yang juga tumbuh adalah video streaming pelecehan anak.

Serangan terhadap mesin ATM juga mengalami peningkatan, seperti penipuan untuk mengeksploitasi transaksi contactless, sementara penipuan tradisional yang melibatkan kehadiran fisik kartu sudah berhasil dikurangi. Laporan tersebut secara umum menyimpulkan bahwa penjahat cyber mencari cara baru untuk menawarkan jasa mereka dengan cara memanfaatkan darknet. Jasa tersebut dimanfaatkan oleh kelompok militan seperti ISIS. Selain itu, cybercrime terus menunjukkan trend peningkatan sehingga setiap negara dihimbau untuk lebih waspada.

Sumber: Daily Mail