Remaja Austria Gugat Orang Tuanya Karena Posting Foto di Facebook

459613-social-networking-facebook-the-internet-myspace-arts-culture-and-entertainment-england-london-england-science-technology-getty-images

Mungkin peristiwa ini luar biasa, namun demikianlah adanya. Seorang gadis remaja, dari wilayah Carinthia, Austria menggugat orang tuanya ke pengadilan karena memposting foto dirinya tanpa izin.

Menurut gadis berusia 18 tahun tersebut, orang tuanya tanpa malu dan tidak mengenal batas serta tidak peduli apakah foto tersebut adalah foto dirinya sedang duduk di toilet atau berbaring telanjang di tempat tidur, semua mereka posting di Facebook. Setiap tahap kehidupannya difoto kemudian dipublikasikan di Facebook.

Menurutnya, orang tuanya mulai berbagi foto-foto masa kecilnya ke 700 orang teman Facebook mereka di tahun 2009, saat dirinya baru berusia 11 tahun. Ibu dan ayahnya berulang kali menolak permintaannya untuk menghapus foto tersebut sehingga ia terpaksa menggugat mereka ke pengadilan.

Gadis remaja tersebut mengatakan bahwa ia bosan dianggap tidak serius oleh orang tuanya. Namun ayahnya mengatakan bahwa ia memiliki hak untuk mempublikasikan foto-foto tersebut yang jumlahnya sekitar 500-an foto karena ia sendiri yang mengambil foto tersebut. Menurutnya, gadis tersebut adalah anaknya dan foto-foto yang diposting di Facebook tersebut adalah album keluarga yang manis dan diterima dengan baik oleh teman mereka di Facebook.

Sementara itu, pengacara gadis remaja tersebut, Michael Rami mengatakan bahwa kliennya memiliki peluang bagus untuk memenangkan kasus tersebut jika bisa membuktikan foto yang diposting tersebut melanggar hak kehidupan pribadinya. Ia menambahkan bahwa jika orang tuanya kalah, mereka mungkin harus membayar kompensasi kepada putrinya serta menutupi biaya hukumnya.

Berbagi foto online dan dampak potensialnya terhadap generasi muda telah menjadi  topik hangat diskusi beberapa waktu belakangan ini. Kasus ini adalah yang pertama di Austria, tetapi hasil akhirnya bisa memiliki konsekuensi untuk negara-negara Eropa lainnya. Perlu diingat, beberapa waktu yang lalu otoritas  berwenang di Prancis menyarankan orang tua untuk menyimpan foto anak-anak mereka secara offline (tidak mempublikasikannya secara online) dan siapa pun dapat dihukum atas publikasi foto orang lain tanpa izin, termasuk anggota keluarga. Pelanggar aturan tersebut bisa menghadapi hukuman satu tahun penjara dan denda yang besar.

Sumber: DW

Sumber Foto: DNA India