Remaja Lakukan Serangan DDoS Berbayar

cd8eb351993cbbdbfa9a3fdfc18d0762

Dua remaja Israel ditangkap karena dicurigai telah menjalankan layanan yang memungkinkan pelanggan membayar untuk menyerang situs tertentu. Layanan vDOs kedua remaja tersebut diduga telah membombardir situs target dengan data sehingga membuat situs target rontok atau offline.

Situs vDOs remaja tersebut offline sesaat sebelum mereka dibawa ke tahanan. Penangkapan terjadi setelah ahli cybersecurity Brian Krebs mempublikasikan sebuah artikel panjang yang mengklaim akan mengekspos pengendali layanan vDOs.

Kepolisian Israel mengatakan kepada surat kabar Israel Haaretz penangkapan dilakukan setelah adanya masukan dari FBI. Haaretz dan The Marker melaporkan Itay Huri dan Yarden Bidani, keduanya baru berusia 18 tahun telah menjalani tahanan rumah selama 10 hari. Mereka telah melakukan pembayaran uang jaminan sebesar 10.000 dollar AS dan mereka harus menyerahkan paspor dan dilarang menggunakan internet atau perangkat komunikasi lainnya selama 30 hari.

Brian Krebs mengatakan bahwa artikelnya berdasarkan cache dari informasi yang dicuri dari layanan vDOs tersebut yang disampaikan kepadanya oleh seorang informan. Kedua orang yang disebut dalam informasi curian tersebut memiliki nama yang sama seperti dua orang yang ditangkap di Israel. Krebs mengklaim pengendali situs kurang berhati-hati untuk menutupi jejak dengan menggunakan alamat email dan nomor telepon di situs yang terhubung ke layanan vDOs sehingga terhubung langsung ke mereka.

Informasi yang dicuri tersebut mengindikasikan layan vDOs telah menghasilkan 600.000 dollar AS  selama dua tahun terakhir dengan membantu mengkoordinasikan lebih dari 150.000 serangan distributed denial of service (DDoS). Layanan vDOs mengenakan biaya antara 30 dollar AS hingga 200 dollar AS per bulan untuk setiap serangan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: futurecdn.net