Tertangkap Nonton Porno di Tempat Kerja, Salahkan Penyaringan Internet

censorship

Tidak peduli betapa sulitnya pekerjaan Anda, menonton konten porno biasanya merupakan hal yang disukai selama jam kerja. Nah hal inilah yang dilakukan oleh seorang agen patroli perbatasan AS baru-baru ini yang ditangkap karena menonton film porno di tempat kerja. Tentu saja ia dapat masalah dengan perilakunya tersebut, tetapi ia memiliki pembelaan yang menarik. Dia menyalahkan software filter internet yang seharusnya bisa menyelamatkannya dari dirinya sendiri.

Menurut laporan yang diperoleh Gizmodo kasus khusus ini melibatkan ribuan upaya untuk mengakses konten porno di komputer pemerintah pada tahun 2015. US Department of Homeland Security mengatakan agen yang tidak disebutkan namanya mencoba untuk mengakses konten porno sebanyak 644 kali hanya dalam kurun waktu dua hari pada bulan Juli 2015. Sotware penyaringan internet milik DHS menolak akses agen tersebut sebanyak 467 kali selama dua hari. Beberapa konten porno yang berhasil diakses disebabkan oleh host di situs yang tidak diakui sebagai konten khusus untuk porno, seperti Flickr dan Tumblr.

Inspektur Jenderal  Department of Homeland Security menyelidi kasus ini dan verifikasi melalui rekaman video pengawasan menunjukkan bahwa agen tersebut memang telah mengakses konten porno, termasuk pornografi anak (meskipun menurut agen tersebut hal tersebut tidak disengaja).

Namun tentu yang menarik adalah menyimak pembelaan agen terhadap perilaku menonton konten porno di tempat kerja yang ia lakukan tersebut. Agen tersebut mengatakan bahwa ia tahu bahwa ia tak seharusnya mengakses konten porno di tempat kerja, tetapi ia menyalahkan kantor tempatnya bekerja, Customs and Border Protection (CBP) yang tidak memiliki filter web yang memadai.

Pembelaan ini tentu mengada dan lucu karena software filtering tersebut fungsinya tidak bisa 100% menyaring dan lebih sebagai alat bantu. Justru yang harus disaring adalah keinginan menonton konten porno tersebut. Agen tersebut mungkin lupa bahwa menonton konten porno di tempat kerja, selain melanggar aturan kerja, juga menunjukkan perilaku tak pantas sebagai pegawai negara.

Sumber: Gizmodo

Sumber Foto: Inforrm