APJII: Jumlah Pengguna Internet Indonesia Lebih dari 50% Populasi

inilah-penyebab-akses-internet-pada-laptop-berjalan-lambat-640x360

Pengguna internet Indonesia terus bertambah setiap tahun. Kemudahan memiliki perangkat yang terhubung ke internet dan berbagai faktor lainnya membuat pertumbuhan pengguna internet Indonesia cukup bagus beberapa tahun terakhir. Hal ini diungkapkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam survei terbaru yang mereka rilis hari ini (24/10).

Berdasarkan hasil survei internet APJII 2016, Indonesia terus mengalami pertumbuhan pengguna internet yang luar biasa sehingga jumlah total pengguna internet Indonesia saat ini mencapai 132,7 juta pengguna. Angka ini naik cukup tinggi dibandingkan dengan hasil survei pada tahun 2014 yang menunjukkan jumlah pengguna internet Indonesia sebesar 88 juta pengguna. Angka 132,7 juta pengguna tersebut berarti melewati 50% dari jumlah populasi atau penduduk Indonesia, tepatnya penetrasinya sebesar 51,8%.

Dari survei APJII tersebut juga diketahui perilaku pengguna internet Indonesia. Salah satunya yang sangat menarik adalah bahwa 70% dari pengguna internet Indonesia paling sering mengakses internet dari perangkat bergerak atau mobile gadget. Fakta ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penggunaan internet mobile cukup tinggi, sedangkan kepuasan internet rumah cukup rendah.

Fakta lain adalah bahwa sebagian besar pengguna internet Indonesia menggunakan internet untuk media sosial dan hiburan. Facebook menjadi tujuan sebagian besar pengguna internet Indonesia kemudian diikuti oleh Instagram. Pengguna internet Indonesia menganggap bahwa bertransaksi online aman, namun demikian mayoritas pengguna tetap menggunakan ATM untuk bertransaksi. Barang dan jasa utama yang dibeli melalui online adalah tiket dan kebutuhan rumah tangga. Fakta menarik lainnya adalah bahwa mayoritas pengguna setuju bahwa internet tidak aman bagi anak-anak dan meminta pemerintah terus meningkatkan program terpadu dalam penanganan konten negatif.

Fakta lain yang diungkap oleh survei APJII 2016 ini adalah penetrasi internet berdasarkan geografis, umur dan pekerjaan. Berdasarkan geografis, Pulau Jawa masih mendominasi penetrasi internet Indonesia kemudian diikuti Sumatera dan Indonesia Timur di posisi terakhir. Berdasarkan umur, rentang usia 10-14 tahun penetrasinya 100%, sedangkan di atas usia 50 tahun menjadi yang terendah. Berdasarkan pekerjaan, mahasiswa/karyawan swasta/pekerja kesehatan mencatat penggunaan tertinggi, sedangkan ibu rumah tangga/pekerja toko/UKM menjadi yang terendah.

Survei tahun 2016 ini merupakan kelanjutan dari survei sebelumnya yang dilakukan APJII pada tahun 2014. Tahun 2015 yang lalu APJII tidak melakukan survei terkait proses transformasi internal, yaitu melakukan keterbukaan dengan menjadi organisasi terbuka. Ini artinya anggota APJII kini tidak lagi hanya ISP, tetapi semua institusi yang berdomisili di Indonesia dan terkait dengan industri internet dapat menjadi anggota APJII.

Sumber: APJII (press release)

Sumber Foto: kioopo.com