EU Kirimkan Peringatan Perlindungan Data kepada WhatsApp, Yahoo

 

2014-11-18-8b-WhatsApp.be937

Regulator privasi Eropa pada hari Jumat minggu lalu memberikan peringatan kepada WhatsApp dan Yahoo Inc, dengan cara mengirim surat kepada perusahaan tersebut terkait kekhawatiran tentang kemungkinan pelanggaran aturan proteksi data Uni Eropa.

Badan Uni Eropa yang mewakili otoritas perlindungan data nasional dari 28 negara yang berada di bawah Uni Eropa mengatakan bahwa mereka mengirimkan surat kepada WhatsApp untuk mengungkapkan keprihatinan serius tentang persyaratan baru layanan WhatsApp yang memungkinkan untuk berbagi informasi pengguna termasuk nomor telepon dengan Facebook. Regulator Uni Eropa mendesak WhatsApp untuk menghentikan sementara berbagi data sampai perlindungan hukum dapat dilakukan.

Dalam sebuah surat kepada Yahoo, regulator Uni Eropa menguraikan kekhawatiran tentang pelanggaran data yang terjadi terhadap Yahoo pada tahun 2014 yang baru diumumkan pada bulan September 2016, serta tuduhan bahwa Yahoo membangun sebuah sistem untuk memindai email masuk pengguna atas permintaan badan intelijen AS yang sebelumnya sudah dibantah Yahoo keberadaannya.

Regulator Uni Eropa mengatakan mereka menuntut informasi lebih lanjut dari Yahoo terhadap isu tersebut dan bisa menjadi  langkah pertama yang menyebabkan otoritas perlindungan data nasional untuk mencari pembuktian mereka sendiri dan akhirnya mendenda Yahoo jika Yahoo ditemukan melanggar aturan Uni Eropa.

Sebelumnya,  badan pengawas privasi Jerman telah menuntut Facebook untuk berhenti mengumpulkan data pengguna WhatsApp, namun Facebook mengatakan akan mengajukan banding.

Dalam menanggapi langkah regulator privasi Uni Eropa, juru bicara WhatsApp mengatakan bahwa WhatsApp bekerja sama dengan otoritas perlindungan data untuk menjawab pertanyaan mereka. Juru bicara WhatsApp tersebut menambahkan bahwa WhatsApp terbuka kepada regulator untuk umpan balik sebelum perubahan kebijakan. Bagi Facebook sendiri yang kini berada di bawah tekanan dari kelompok pendukung privasi konsumen AS, tekanan baru dari regulator Eropa membuka front baru dalam pertempuran privasi Facebook.

Federal Cartel Office Jerman awal tahun ini mengatakan sedang menyelidiki apakah Facebook menyalahgunakan dominasinya sebagai jaringan sosial untuk memanen informasi pribadi. Pengawas privasi Perancis telah mengancam akan mendenda Facebook jika tidak mengubah cara menangani data pengguna. Sementara Facebook mengatakan mereka yakin hal tersebut sesuai dengan hukum perlindungan data Eropa.

Sumber: WSJ