Google Sama Menyeramkannya dengan Facebook?

google

Sejak Google mengubah cara melacak pengguna di seluruh internet pada bulan Juni 2016, informasi pribadi pengguna dari Gmail, YouTube dan akun lainnya telah digabungkan dengan catatan penjelajahan mereka dari seluruh web. Itu artinya, dua set data terpisah, yaitu dari akun Google dan dari pelacakan oleh DoubleClick akan digabung menjadi satu profil komprehensif.

Sebuah analisis terhadap perubahan yang dilakukan Google tersebut baru-baru ini dirilis oleh ProPublica. ProPublica secara detail mengungkapkan bahwa Google sebelumnya telah berjanji untuk menjaga dua data set ini (data Google dan data pelacakan oleh DoubleClick) terpisah untuk melindungi privasi individu, tetapi pengaturan privasi yang diperbarui pada bulan Juni yang lalu telah menghapus klausul yang mengatakan:

we will not combine DoubleClick cookie information with personally identifiable information unless we have your opt-in consent

ProPublica menyoroti bahwa ketika Google pertama kali membuat perubahan pada bulan Juni, hanya sedikit yang menyoroti hal tersebut. Laporan-laporan media berfokus pada alat perusahaan diperkenalkan yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengelola pelacakan iklan.

DoubleClick adalah layanan iklan dan pelacakan perusahaan yang dibeli Google pada tahun 2007. DoubleClick menggunakan cookies web untuk melacak perilaku online pengguna berdasarkan alamat IP untuk menayangkan iklan yang ditargetkan. Layanan ini dapat membuat tebakan yang baik tentang lokasi dan kebiasaan pengguna, tetapi tidak tahu identitas pengguna sebenarnya. Google, di sisi lain, memiliki (sebagian besar) nama asli pengguna, akun email dan data pencarian.

Pada saat akuisisi, sejumlah kelompok konsumen membuat pengaduan ke Komisi Perdagangan Federal dengan alasan bahwa menyatukan dua set data ini akan mewakili invasi besar terhadap privasi, memberikan akses perusahaan untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan internet konsumen daripada perusahaan lain di dunia.

Pada waktu itu, Sergey Brin meyakinkan kelompok kampanye privasi dengan mengatakan bawha secara keseluruhan, Google sangat peduli tentang privasi pengguna akhir dan akan mengambil prioritas nomor satu ketika berbicara tentang produk iklan. Pada tahun 2012, Google melakukan update kontroversial terhadap kebijakan privasi untuk memungkinkan berbagi data tentang pengguna antara layanan Google yang saling berbeda, tetapi data tetap DoubleClick terpisah.

Dengan perubahan kebijakan privasi pada bulan Juni yang lalu, dalam prakteknya hal ini berarti bahwa Google, jika mereka ingin bisa membangun profil bahkan yang lebih kaya dari aktivitas online individu. Hal ini juga berarti bahwa iklan DoubleClick akan mengikuti setiap pengguna di web.

Namun demikian, Google bukanlah perusahaan pertama yang melacak individu dengan cara ini. Facebook telah melacak log-in pengguna (dan bahkan nonpengguna) berdasarkan nama di internet setiap kali mereka mengunjungi situs web di mana terdapat tombol Facebook LIKE atau tombol Facebook share. Google juga mengatakan bahwa perubahan tersebut opsional dan ditujukan untuk memberikan orang kontrol yang lebih baik atas data mereka.

Jules Polonetsky dari Future of Privacy Forum mengatakan bahwa Google sebenarnya cukup terlambat untuk permainan ini. Sekarang, sebagian besar situs yang dikunjungi pengguna sudah berbagi aktivitas pengguna dengan jaringan yang luas dari pihak ketiga yang berbagi, berkolaborasi, tautan dan informasi pribadi, link dan de-link untuk menargetkan iklan. Jadi hal ini sebenarnya bukan hal baru, hanya Google belum pernah melakukannya sebelumnya.

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa sistem iklan Google dirancang sebelum revolusi smartphone dan bahwa update pada bulan Juni yang lalu tersebut membuat lebih mudah bagi pengguna untuk mengontrol preferensi iklan mereka di beberapa perangkat. Google mengatakan bahwa lebih dari satu miliar pengguna Google telah mengakses pengaturan My Account  yang memungkinkan mereka mengontrol bagaimana data mereka digunakan.

Sebelum Google meluncurkan pembaruan ini, Google mengujinya di seluruh dunia dengan tujuan memahami bagaimana menyediakan pengguna dengan pilihan yang jelas dan transparan. Sebagai hasilnya adalah 100% opsional atau pilihan, jika pengguna tidak ikut serta dalam perubahan ini, pengalaman Google mereka akan tetap tidak berubah. Hal yang sama pentingnya, Google menyediakan pemberitahuan pengguna tentang perubahan ini dalam bahasa yang mudah dimengerti serta alat-alat sederhana yang memungkinkan pengguna mengontrol atau menghapus data mereka.

Sumber: ProPublica via The Guardian