IPT: Badan Mata-mata Inggris Langgar Aturan Privasi

Close-up shot of human finger while it pushes the red privacy button on aluminium computer keyboard on office desk.

Investigatory Powers Tribunal (IPT) telah memutuskan bahwa agen mata-mata Inggris melanggar aturan privasi dengan mengumpulkan data warga Inggris dalam jumlah besar tanpa pengawasan yang memadai. Keluhan tentang pengumpulan data oleh GCHQ, MI5 dan MI6 sebelumnya diajukan oleh kelompok kampanye Privasi Internasional. Putusan tersebut mengatakan beberapa pengumpulan data tidak sesuai dengan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia atau European Convention on Human Rights, ECHR.

Sebagai bagian dari review dari kegiatan agen mata-mata, IPT meneliti organisasi yang mengumpulkan data komunikasi tentang siapa, di mana, kapan, bagaimana dan dengan siapa yang terlibat dalam komunikasi, tetapi tidak isi komunikasi itu sendiri serta informasi pribadi tentang orang-orang yang terlibat.

Menurut GCHQ, data tersebut penting untuk mengidentifikasi dan mengembangkan target intelijen. Pasal 8 ECHR menyatakan bahwa bagaimanapun semua warga negara memiliki hak untuk kehidupan pribadi dan bahwa setiap gangguan terhadap data pribadi harus sesuai hukum dan dibutuhkan. Menurut Graham Smith dari firma hukum Bird & Birdhal ini sangat penting. Dia menambahkan bahwa banyak dari pengumpulan data telah dilakukan di bawah aturan hukum tua, yaitu pasal 94 dari Undang-Undang Telekomunikasi 1984 (Telecommunications Act 1984). Semua orang menerima bahwa apa yang dilakukan agen mata-mata tersebut  secara operasional harus rahasia, tetapi hukum mengatakan apa yang mereka lakukan tidak harus rahasia.

Sebuah kebijakan resmi tentang bagaimana pengumpulan data tersebut harus dilakukan secara sah mulai berlaku pada bulan Februari 2015. Aturan ini kemudian mulai dipraktikkan oleh badan-badan intelijen pada tahun yang sama. Hal ini juga termasuk arahan bagaimana data dikumpulkan, dikelola dan dimusnahkan. Pengadilan IPT menemukan bahwa, sebelum ini, data pribadi yang dikumpulkan oleh agen mata-mata tidak sesuai dengan Pasal 8 ECHR dan karena itu melanggar hukum.

Sumber: BBC